TRENGGALEK – Angin kencang disertai hujan lebat melanda wilayah Kecamatan Karangan dan Suruh, Kabupaten Trenggalek, Rabu (3/12/2025) sore.
Sejumlah fasilitas umum dan rumah warga dilaporkan mengalami kerusakan di Trenggalek tersebut.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Trenggalek, St. Triadi Atmono mengaku, saat ini BPBD telah melakukan pengecekan lapangan bersama aparat desa, Babinsa, dan perangkat kecamatan.
Dari situ didapatkan berbagai kerusakan akibat bencana angin kencang tersebut.
“Dari hasil pengecekan kami, ada kerusakan di kantor kecamatan hingga rumah warga. Penanganan darurat langsung dilakukan bersama aparat desa dan warga,” ujarnya.
Di Kantor Kecamatan Suruh, angin kencang membuat genteng berjatuhan dan plafon berlubang. Atap galvalum di area payment point turut terhempas dan mengalami kerusakan.
BPBD memastikan kondisi ruangan terdampak untuk sementara tidak digunakan demi keselamatan.
Sementara itu, di jalan desa alternatif penghubung Desa Jati–Mlinjon, Kecamatan Suruh tepatnya RT 09/RW 03, pohon jati milik salah satu warga roboh dan menutup badan jalan.
Warga segera melakukan pemotongan dan evakuasi pohon, sehingga akses kembali normal.
Ditambahkan Triadi, hujan dan angin kencang juga merusak dua rumah di Desa Mlinjon, rumah Sumirah, RT 40/RW 05, genting dapur pecah akibat tertimpa pohon jati berdiameter sekitar 80 cm.
Rumah Meseri, RT 22 asbes dapur dan kamar mandi rusak, sebagian genting ruang utama juga pecah setelah tertimpa pohon sengon laut milik warga setempat.
Triadi menegaskan bahwa BPBD telah mengeluarkan imbauan kepada warga agar ruangan terdampak tidak digunakan dulu untuk menghindari risiko tambahan.
BPBD bersama perangkat desa, RT, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta pemilik pohon berkoordinasi untuk langkah perbaikan.
“Penanganan darurat akan dibantu dengan pemasangan terpal untuk menutup bagian rumah yang rusak. Selanjutnya perbaikan genting dan asbes dilakukan melalui gotong royong warga dan perangkat desa,” terang Triadi.
BPBD mengimbau masyarakat agar waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih bisa terjadi dalam beberapa hari ke depan.
“Kesadaran warga melapor sangat membantu percepatan penanganan,” pungkasnya. (jaz/din)
Editor : Didin Cahya Firmansyah