TRENGGALEK - Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Trenggalek pada tahun 2025 menargetkan lebih dari satu juta dua kunjungan wisatawan.
Kepala Bidang (Kabid) Pemasaran Pariwisata Disparbud Trenggalek Bambang Supriyadi mengaku, sebenarnya target kunjungan wisata 1,2 juta.
Untuk tahun 2025 realisasi target wisatawan masih belum memenuhi target. Bahkan mengalami penurunan yang sangat signifikan.
“Tahun ini ada penurunan jika dibandingkan dengan tahun lalu. Cukup signifikan penurunannya,” katanya, Jumat (5/12/20250.
Dia menyebut berdasarkan data sementara, jumlah wisatawan yang berkunjung di Trenggalek per November 2025 sejumlah 744.356 orang dari sektor destinasi wisata. Sedangkan dari sektor perhotelan terdapat 49.462 orang.
Bambang menjelaskan salah satu penyebab dari turunnnya jumlah wisatawan tersebut salah satunya adalah faktor cuaca.
Apalagi Trenggalek mempunyai destinasi unggulan berupa pantai cukup bergantung pada kondisi cuaca.
“Ternyata kegiatan berwisata yang menutupinya kita, destinasi wisata umumnya itu adalah pantai. Itu sangat dipengaruhi oleh cuaca tahun in, sepanjang tahun ini kan gak ada musim kemarau panjang,” jelasnya.
Guna mengatasi kendala dalam memenuhi taget wisatwan tersebut Disparbud memyiapkan beberapa langkah strategi untuk mencapai target kunjungan wisatwan.
Strategi tersebut salah satunya dengan menggandeng para konten kreator untuk mempromosikan destinasi wisata di Trenggalek.
“Salah satu strategi-nya ya, kita mengepush promosi kita melalui media-media kemudian kita juga menghayar teman-teman konten kreator,” ujarnya.
Selain itu, disparbud juga membuat program atau acara yang dilaksanakan di kawasan destinasi wisata.
Bambang menyebut per 5 Desember 2025 terdapat dua acara yang akan dilaksanakan.
Acara yang pertama adalah PesisirRUN yang akan berlangsung pada tangal 14 Desember dan Gong 2026 yang akan berlangsung dari tanggal 25 hingga tahun baru 2026.
“Ada 2 kegiatan yaitu persisiran, 14 Desember, kemudian yang tanggal 25 sampai tahun baru baru itu ada kegiatan GONG2026 yang diselenggarakan oleh komunitas isantik,” jelasnya.
Hal tersebut diharapkan dapat meningkatkan awarness terhadap destinasi wisata yang ada di Trenggalek.
Dengan demikian, wisatawan tertarik untuk mengunjungi destinasi wisata yang ada di Trenggalek.
“Harapan kami dari situ nanti orang-orang tergerak, memang untuk datang ke destinasi yang ada di Kabupaten Trenggalek,” pungkasnya. (*)
Editor : Didin Cahya Firmansyah