Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

KDMP di Desa Gondang Trenggalek Ancam Kenyamanan Belajar, Rencana Pembangunan di SDN 1 Gondang Picu Penolakan Wali Murid  

Zaki Jazai • Senin, 8 Desember 2025 | 06:07 WIB
Wali murid SDN 1 Gondang, Kecamatan Tugu, Kabupaten Trenggalek, menyuarakan penolakan terhadap rencana pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di halaman sekolah.
Wali murid SDN 1 Gondang, Kecamatan Tugu, Kabupaten Trenggalek, menyuarakan penolakan terhadap rencana pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di halaman sekolah.

TRENGGALEK - Wali murid SDN 1 Gondang, Kecamatan Tugu, Kabupaten Trenggalek, menyuarakan penolakan terhadap rencana pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di halaman sekolah.

Mereka menilai penggunaan lahan pendidikan di Trenggalek untuk KDMP tersebut berpotensi mengorbankan ruang aktivitas siswa dan mengganggu kenyamanan belajar.

Perwakilan Wali Murid SDN 1 Gondang Trenggalek, Yuswatrin, 40, perwakilan wali murid, mengatakan seluruh orang tua murid SDN 1 Gondang dan TK Dharma Wanita 1 yang berada dalam satu lingkungan sekolah telah menandatangani petisi penolakan.

“Saya mewakili dari wali murid SDN Gondang 1 dan wali murid TK Dharma Wanita 1 Gondang menyatakan tidak setuju adanya pembangunan KDMP di sekolah SDN 1 Gondang,” ujarnya, Sabtu (6/12/2025).

Menurut dia, pembangunan KDMP akan menyedot ruang pendidikan yang selama ini menjadi tempat anak-anak beraktivitas.

Dia menilai sekolah akan tampak tertutup karena sebagian area akan terhalang bangunan baru.

“Kalau aktivitas itu terus berjalan, sekolah pastinya akan tertutup. Aksesnya hanya kelihatan di pintunya saja. Lalu bagaimana anak-anak kita merasa nyaman,” katanya.

Warga RT 18 RW 05 itu menambahkan bahwa pembangunan KDMP akan membatasi ruang gerak, kreativitas, dan kenyamanan siswa dalam proses pembelajaran.

Penolakan tersebut sebelumnya telah disuarakan melalui pemasangan banner di area sekolah.

Pada Rabu malam (3/12), Yuswatrin juga menghadiri Musyawarah Desa Khusus (Musdessus) yang berlangsung sekitar pukul 20.00.

Namun hasil musyawarah yang dihadiri RT, RW, BPD, LPM, dan tokoh masyarakat tetap memutuskan pembangunan KDMP dilakukan di halaman SDN 1 Gondang.

“Harapan kami sebetulnya pihak desa mampu mengalokasikan lahan lain atau mengupayakan win-win solution agar bisa membangun tanpa mengorbankan lingkungan pendidikan. Tapi kayaknya kami tidak mendapatkan support,” paparnya.

Baca Juga: Polemik Lahan KDMP di Trenggalek Diprotes Warga, Agrinas Tentukan Kelayakan Lahan

Dalam forum tersebut, ia bahkan membacakan salah satu poin Instruksi Presiden Nomor 17 Tahun 2025 tentang percepatan pembangunan gerai KDMP, dimana pada poin 13b disebutkan bahwa penyediaan lahan dapat disesuaikan dengan kondisi masing-masing daerah.

“Harapan kami desa mendukung agar ada penyampaian terkait keterbatasan lahan sekolah kepada jajaran terkait,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Pengurus Koperasi Merah Putih Desa Gondang, Muhammad Nur Freda, menyampaikan bahwa sebelumnya sempat diusulkan lokasi alternatif di tanah bengkok, sekitar empat kilometer dari sekolah.

Namun lokasi tersebut dianggap tidak strategis karena jauh dari permukiman.

Freda menegaskan pihaknya akan mengikuti keputusan Musdessus.

“Sebagai pengurus, kita tetap mengambil hasil keputusan musyawarah desa. Adapun risiko yang nanti muncul, termasuk jika berdampak pada keberlangsungan SD-nya, ya kita pikir bersama-sama,” ujarnya. “Saya yakin keputusan bersama ini menjadi langkah awal yang baik untuk KDMP dan masyarakat Desa Gondang.”

Di sisi lain Kepala Desa Gondang, Hardina Tria Saputra, seusai Musdessus menegaskan bahwa pembangunan KDMP dipastikan tetap berlangsung di halaman sekolah.

Dia mengaku keberatan wali murid telah disampaikan dalam forum, namun keputusan musyawarah tidak berubah.

“Dari Musdes, masyarakat, perwakilan RT, RW, dan LPM semua memutuskan tetap tidak berubah, tetap di halaman SDN 1. KDMP tetap dibangun,” tegasnya.

Terkait penggunaan dana desa untuk pembangunan KDMP, Hardina tidak memberikan jawaban. Namun ia menegaskan sudah berkoordinasi dengan pihak sekolah.
“Itu sudah koordinasi dengan pihak SD atau guru. Dipastikan tidak akan mengganggu,” katanya. (jaz/din)

Editor : Didin Cahya Firmansyah
#KDMP #trenggalek