TRENGGALEK – Pemerintahan Desa Gading, Kecamatan Tugu, Kabupaten Trenggalek, terus menunjukkan kinerja mumpuni. Terbukti sederet prestasi di penghujung tahun ini.
Termasuk penganugerahan ProKlim tahun 2025 bukan hanya sekadar seremoni, melainkan menjadi penanda penting bahwa gerakan lingkungan berbasis masyarakat kini semakin kuat dan mampu memberi dampak nyata bagi masa depan bumi.
Di tengah tantangan perubahan iklim yang semakin kompleks, ribuan komunitas di Indonesia berdiri menunjukkan bahwa perubahan besar dapat dimulai dari langkah-langkah kecil di tingkat tapak.
Tahun ini, 1.327 lokasi dari seluruh penjuru Nusantara mendaftarkan diri melalui sistem registrasi nasional perubahan iklim (SRN-PPI), sebuah peningkatan yang menunjukkan bahwa kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan terus tumbuh.
Dalam suasana yang penuh harapan dan kebanggaan di Jakarta, seluruh peserta dari desa hingga kota menyaksikan bagaimana upaya kecil yang dikerjakan dengan konsisten dapat berbuah penghargaan tertinggi dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH).
Di antara para penerima penghargaan tersebut, Dusun Nglaban, Desa Gading, menjadi salah satu contoh inspiratif yang membuktikan bahwa kerja bersama mampu membawa perubahan.
“Keberhasilan meraih Trofi ProKlim Lestari kategori tertinggi dalam Program Kampung Iklim adalah buah dari perjalanan panjang masyarakat Nglaban dalam mengelola lingkungan secara mandiri,” kata Kepala Desa Gading, Wiryanto, Minggu (7/12/2025).
Mengelola lingkungan secara mandiri, meliputi mengolah sampah dengan bijak, menghemat dan memanen air, menjaga ruang hijau, memanfaatkan energi alternatif, hingga membangun kelembagaan masyarakat yang solid.
Tentu dengan prestasi ini tidak hadir secara tiba-tiba. Ada kerja keras para kader lingkungan, ada semangat gotong royong warga, dan ada komitmen kepemimpinan desa yang terus mendorong agar Dusun Nglaban menjadi dusun yang tangguh terhadap perubahan iklim.
Penganugerahan tersebut semakin menegaskan bahwa keberhasilan ini adalah keberhasilan seluruh warga, bukan hanya satu kelompok saja.
Terlebih lagi, kontribusi Kelompok Tani Subur Rahayu, sebagai penggerak berbagai aksi ProKlim, meneguhkan bahwa masyarakat lokal memiliki kekuatan besar untuk menjaga bumi.
Dengan mendapatkan Trofi ProKlim Lestari, Dusun Nglaban kini tidak hanya menjadi kebanggaan Kabupaten Trenggalek, tetapi juga menjadi inspirasi bagi komunitas lain yang ingin memulai langkah-langkah kecil penyelamatan lingkungan.
Penghargaan ini menjadi bukti bahwa desa bisa menjadi motor perubahan, bahwa warga bisa menjadi agen ketahanan iklim, dan bahwa keberlanjutan bukan hanya mimpi, melainkan gerakan yang dapat diwujudkan bersama.
“Semoga prestasi ini menjadi pijakan untuk gerakan lingkungan yang lebih luas di Desa Gading. Bahwa setiap titik hijau, setiap aksi kecil, setiap tetes air yang dihemat, dan setiap sampah yang dikelola adalah investasi untuk masa depan generasi berikutnya,” katanya.
Penghargaan Trofi ProKlim Lestari ini diharapkan menjadi pemantik semangat bagi dusun lain di Desa Gading untuk terus meningkatkan kapasitas, membangun program lingkungan yang terukur, serta memperluas praktik. Baik menuju Desa Gading yang lebih tangguh, lestari, dan berdaya saing.
Selain penghargaan ProKlim, Desa Gading resmi meraih juara 2 Desa Siaga dengan Implementasi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (DASIEMAS) 2025 di Trenggalek.
Prestasi ini lahir dari kebersamaan, kerja keras, dan semangat pantang menyerah seluruh warga.
Dia tak lupa mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Desa Gading yang selalu solid, para kader yang menjadi garda terdepan, Pemdes Gading yang terus mendukung tanpa henti, serta Puskesmas Pucanganak yang telah membimbing, mendampingi, dan menguatkan langkah kami dari awal hingga akhir.
"Saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang membantu dalam Program ProKlim dan DASIEMAS. Selain itu kami berharap ada intervernsi atau dukung kegiatan terutama Pemkab Trenggalek di Desa Gading, mengingat desa ini terpencil namun banyak prestasi," katanya.
Dia menambahkan, prestasi tersebut bukan akhir, melainkan awal dari perjalanan baru menuju desa yang lebih sehat, inovatif, berdaya, dan inspiratif. "Hari ini kita juara, besok kita jadi teladan,” pungkasnya. (gun/c1/din)
Editor : Didin Cahya Firmansyah