TRENGGALEK – Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur Kecamatan Pule sejak Jumat (5/12/2025) siang memicu tanah longsor di Dusun Karangrejo, Desa Sidomulyo, Kecamatan Pule, Kabupaten Trenggalek.
Material longsoran menimpa bagian belakang rumah milik Rois pada Sabtu (6/12/2025) sekitar pukul 05.00.
Tidak ada korban jiwa, tetapi kerusakan yang ditimbulkan cukup parah. Untuk itu, hingga Minggu (7/12/2025), berbagai pihak masih melakukan pembersihan material longsor.
Dari hasil asesmen awal, longsoran memiliki lebar sekitar 10 meter dan tinggi kurang lebih 15 meter.
Tebing yang berada tepat di belakang rumah tak mampu lagi menahan rembesan air hujan yang terus turun sejak sore hingga malam.
Akibatnya, sebagian atap dan dinding rumah roboh tertimpa material tanah dan batu. Kerugian materi diperkirakan mencapai Rp 50 juta.
Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC-PB) bersama unsur tiga pilar bergerak cepat menuju lokasi sesaat setelah laporan diterima.
Pemeriksaan struktur rumah dilakukan untuk memastikan tingkat kerusakan dan potensi bahaya lanjutan.
“Untuk sementara, penghuni rumah kami evakuasi ke rumah orang tua mereka guna menghindari risiko longsor susulan,“ ungkap Kepala Pelaksana BPBD Trenggalek, St. Triadi Atmono.
Dia menambahkan, hujan dengan durasi panjang menjadi faktor utama kejadian tersebut.
“Hujan sejak siang membuat tanah tebing jenuh air. Ketika daya dukung tanah menurun, longsoran mudah terjadi, terutama di titik-titik yang memiliki kemiringan cukup curam,” ujarnya.
Triadi menegaskan, wilayah Pule termasuk kawasan yang memiliki banyak tebing rawan longsor.
Koordinasi lintas sektor terus dilakukan untuk memantau perkembangan lapangan.
“Kami berkoordinasi dengan pemerintah desa dan aparat kecamatan untuk pemetaan cepat. Fokus pertama adalah memastikan keselamatan warga dan menutup potensi bahaya lanjutan,” tandasnya.
BPBD juga mengingatkan warga di sekitar lokasi agar meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan terjadi dengan durasi panjang.
Triadi mengatakan bahwa sejumlah langkah antisipasi akan dilakukan dalam waktu dekat.
Hingga berita ini diturunkan, cuaca di wilayah Kecamatan Pule masih berpotensi hujan.
Aparat gabungan tetap bersiaga melihat kondisi tanah yang masih labil. Penanganan lanjutan akan dilakukan setelah situasi dinilai aman dari ancaman longsor susulan.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat bahwa hujan seharian selalu membawa risiko di wilayah perbukitan seperti Pule. Kewaspadaan dan respons cepat menjadi kunci mengurangi dampak bencana.
“Kami akan meninjau ulang kondisi tebing dan menentukan langkah penanganan selanjutnya. Untuk sementara, area yang berpotensi longsor kami tandai agar tidak digunakan warga,” tutur mantan kepala Satpol PPK Trenggalek ini. (jaz/c1/din)
Editor : Didin Cahya Firmansyah