Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

DPRD Trenggalek Soroti Kinerja Disparbud, Akibat Tingkat Kunjungan Wisatawan Turun Jauh dari Target, Tidak Hanya Pasrah dengan Cuaca

Fatra Aditya • Jumat, 19 Desember 2025 | 03:13 WIB
Ketua Komisi II DPRD Trenggalek, Mugianto.
Ketua Komisi II DPRD Trenggalek, Mugianto.

TRENGGALEK - Tingkat kunjungan dan target pendapatan sektor wisata tahun ini terancam anjlok di Kabupaten Trenggalek.

Hal tersebut membuat Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Trenggalek menyoroti kinerja Dinas Pariwisata dan Kebudayan (Disparbud) Trenggalek.

“Perlu adanya kajian menentukan penyebab wisatawan turun. Dengan demikian dapat diketahui penyebab dari penurunan tersebut,” kata Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Trenggalek, Mugianto, Rabu (10/12/2025).

Dia mengaku, dengan kajian tersebut, penurunan tingkat kunjungan wisata bisa diketahui dan akan dijadikan bahan evaluasi.

Ada beberapa kemungkinan yang dapat menyebabkan turunnya pendapatan asli daerah (PAD) itu akibat tingkat kunjungan wisatawan turun.

Menurutnya, bisa disebabkan kurang perawatan di kawasan  wisata dan kurang perhatian terhadap akses kawasan.

“Itu termasuk faktor yang dapat menyebabkan PAD turun," jelasnya

Dia menyebut, selain itu tidak menutup kemungkinan adanya kebocoran yang menyebabkan turunnya PAD.

"Kebocoran harus dievaluasi, diawasi. Nah itu kan perannya, peran Inspektor dan ASN sendiri. Dalam hal melakukan pengawasan pengelolaan sumber-sumber pendapatan asli daerah," tegasnya.

Saat dikonfirmasi apakah turunnya PAD tersebut disebabkan cuaca, destinasi baru dan ekonomi masyarakat, Mugianto menjawab bahwa faktor-faktor tersebut memang berpengaruh.

Namun tiga faktor itu bukanlah faktor mutlak sebagai penyebab turunnya PAD. "Memang itu juga salah satu unsur juga sih tapi kan belum diyakini bahwa mutlak dari itu saja," katanya.

"Nggak hanya melulu cuaca, jadi tingkat penurunan pendapatan itu juga harus dilihat mulai dari (faktor) A, B, C, dan D itu tadi," imbuhnya.

Baca Juga: Target Wisatawan yang ke Trenggalek Tahun 2025 Meleset, Disparbud Bocorkan Pemicu Kunjungan Turun Drastis

Sebagai upaya pengawasan dan kontrol, dia menyarankan dinas terkait untuk lebih sering turun ke lapangan. Langkah tersebut diharapkan dapat memastikan adanya evaluasi dan penanganan pada destinasi wisata dan fasilitas penunjangnya.

"Mungkin dinas terkait juga harus lebih sering turun, mengecek, atau melakukan kontrol. Itu perlu ditangani dan perlu dilakukan evaluasi,” tandasnya.

Selain itu, dia menyarankan supaya pihak-pihak terkait tidak pasrah dengan kondisi yang ada. Dia menyebut harus ada evaluasi dan pembenahan dari kasus turunnya PAD di sektor wisata.

"Jangan berserah diri sesuai dengan calon dan menerima, harus dievaluasi kenapa hingga penyebabnya pendapatan turun," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Disparbud Trenggalek menghadapi beban berat menjelang akhir tahun. Pasalnya, hingga awal Desember ini, realisasi PAD sektor pariwisata baru menyentuh kisaran 60 persen sedikit di bawah 65 persen dari target Rp 9 miliar (M).

Kondisi ini membuat peluang capaian penuh di penghujung tahun kian mengecil. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disparbud Trenggalek, Edi Santoso, tidak menampikbahwa sektor pariwisata mengalami pelemahan yang cukup signifikan di 2025 ini.

Hal tersebut juga terjadi pada daerah lain yang sektor wisata mengalami penurunan.

“Kalau dibandingkan dengan daerah sebelah seperti Pantai Mutiara menurun sekitar 20 persen. Tulungagung malah bisa turun 30 persen. Penyebabnya salah satunya daya beli masyarakat kemudian kondisi ekonomi yang masih dinamis,” ujarnya. (tra/din)

Editor : Didin Cahya Firmansyah
#Wisata #mugianto #dprd trenggalek #demokrat