TRENGGALEK – Pemerintah Kabupaten (Pemkab Trenggalek), pada Jumat (12/12/2025), berangkatkan satu keluarga untuk menjalani transimigrasi ke Sulawesi.
Mereka nantinya akan di tempatkan di Unit Pelayanan Teknis (UPT) Lagading Kecamatan Pitu Riase Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) Sulawesi Selatan.
Keluarga yang menjalani trasmigrasi tersebut ialah keluarga Ali Murtadlo yang berasal dari Kecamatan Durenan Kabupaten Trenggalek.
Sebagai modal pertama di Sulawesi, mereka oleh Pemkab Trenggalek dibekali dengan uang tunai sejumlah Rp 7.500.000 dan benih sayuran seperti sawi, kankung, kacang panjang, terong, cabai dan bayam.
Bupati Trenggalek, Mochammad Nur Arifin menyampaikan bahwa trasmigrasi tersebut merupakan upaya untuk berbagi pengalaman.
Dirinya menyampaikan keluarga yang melakukan transmigrasi tersebut merupakan orang-orang yang berpengalaman dalam bidang pertanian.
"Ini bagian dari, satu, niatnya kan transfer kesejahteraan, kedua karena beliau-beliau sudah akrab dan expert di bidang pertanian itu juga ada transfer of expertise," terangnya Jumat (12/12/2025).
Menurut dia, dengan kemampuan-kemampuan yang dimiliki mereka dapat menjadi modal di tempat transmigrasi nantinya yakn di Sidrap.
Arifin berharap menjelaskan kemampuan di bidang pertanian yang dimiliki mereka diharapkan dapat membantu menumbuhkan ekonomi masyarakat yang ada di Sidrap.
"Jadi kemampuan pertanian yang di Jawa dibawa ke Sidrap, semoga nanti bersama warga Jawa Timur yang lain di sana juga bisa membantu untuk menumbuhkan ekonomi juga di Sidenreng Rappang," sambungnya.
Lebih lanjut ia berharap kisah keluarga yang menjalani transmigrasi tersebut dapat menginspirasi masyarakat Trenggalek. Ia berharap pengalaman yang mereka peroleh nantinya membawa berkah dan menjadi motivasi bagi warga Trenggalek lainnya.
"Semoga nanti pulang berkahnya bisa menginspirasi teman-teman di Trenggalek," tuturnya.
Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Kabupaten Trenggalek, ristina Ambarwati, mengatakan sebenarnya keluarga yang mendaftarkan diri menjadi peserta transmigrasi selalu tinggi peminatnya.
Namun, dirinya menjelaskana bahwa kuota yang diberikan oleh pusat sangat terbatas maka dari itu diperlukannya seleksi yang cukup ketat.
“Peminatnya banyak, namun Jatim hanya mendapat 16 KK. Trenggalek memperoleh satu jatah. Kami menyeleksi peserta secara ketat, mulai dari syarat umur, kondisi keluarga, hingga kesiapan mental, Kami juga menyelenggarakan tiga kali pelatihan di Surabaya,” jelasnya.
Di tempat transmigrasi, peserta sudah dibekali dengan fasilitasfasilitas yang dibutuhkan. Mereka akan menerima rumah tipe 36 lengkap dengan MCK, kemudian mereka juga akan menerima satu hektare lahan pertanian untuk digarap.
“Pemerintah menanggung seluruh kebutuhan hidup mereka selama tahun pertama. Tugas mereka hanya beradaptasi dan mengolah lahan,” pungkasnya. (*)
Editor : Didin Cahya Firmansyah