TRENGGALEK - Jembatan Banger di Desa Kerjo, Kecamatan Karangan, Kabupaten Trenggalek, kembali mengalami kerusakan.
Hal tersebut menjadi keluhan warga karena jembatan tersebut merupakan akses yang penting untuk masyarakat setempat.
Perbaikan jembatan tersebut dialkukan oleh Dinas Pekerjaan umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Trenggalek.
Perbaikan dilakukan mulai dari 15 Juli 2025 hingga 11 November 2025 dengan nilai kontrak sebesar Rp1.313.254.000. Pendanaan diambil dari APBD Tahun Anggaran 2025 dan dikerjakan oleh CV Kencono Wungu
Namun, belum genap dua bulan digunakan, jembatan kembali mengalami kerusakan.
Jembatan mengalami kerusakan pada ramp jembatan sebelah selatan, di mana pada bagian tersebut mengalami pengelupasan permukaan jalan dan membentuk cekungan yang membahayakan pengguna jalan.
Hal tersebut cukup membahayakan para pengguna jalan. Pasalnya, dari arah utara lubang di ramp jembatan tersebut tidak terlihat oleh pengendara.
Terpantau sejumlah pengendara berusaha menghindari lubang saat melintas.
Budi Seorang warga setempat mengatakan bahwasannya jembatan tersebut terus menerus rusak walaupun sebenarnya perbaikan itu selalu ada.
Namun, pada kenyataannya perabiakan-perbaikan yang dilakukan hasilnya sia-sia karena jembatan rusak kembali.
“Ini sudah bolak-balik di perbaiki, cuma rusak terus, rusak terus,” katanya.
Dia menyampaikan kemungkinan penyebab dari kerusakan jembatan tersebut.
Menurut dia, salah satu penybab yang membuat jembatan cepat rusak adalah volume kendaraan yang ramai.
Memang, Jembatan Banger tersebut berada di jalur alternatif untuk menuju ke Ponorogo.
Jalur tersebut biasa dimanfaatkan kendaraan-kendaraan besar untuk memotong rute supaya tidak melewati area dalam kota.
“Mungkin karena kendaraannya ramai,” jelasnya.
Dia menyebut jembatan tersebut baru-baru ini didatangi Kapolres.
Dia mengungkapkan bahwa Kapolres Trenggalek datang untuk meninjau kerusakan Jembatan Banger tersebut.
“Kemarin juga sempat didatangi kapolres,” pungkasnya. (*)
Editor : Didin Cahya Firmansyah