TRENGGALEK – Sejumlah pantai di pesisir selatan Trenggalek diprediksi menjadi lokasi favorit masyarakat untuk menyambut matahari terbit pertama tahun 2026.
Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Trenggalek menyiapkan enam destinasi andalan yang diperkirakan ramai wisatawan pada libur akhir tahun.
Plt Kepala Disparbud Trenggalek, Edi Santoso mengatakan, seluruh destinasi tersebut telah disiapkan dengan pengamanan dan fasilitas pendukung.
“Akhir tahun selalu ramai. Pantai adalah tujuan utama. Mayoritas fasilitas sudah tertata dan wisatawan bisa menikmati momen pergantian tahun dengan aman,” jelasnya.
Berikut enam pantai yang direkomendasikan Disparbud lengkap dengan karakteristiknya.
Pertama, Pantai Mutiara, yang menjadi spot favorit untuk melihat sunrise karena garis pandang yang terbuka ke arah timur. Pantai ini memiliki pasir lembut, ombak relatif tenang, dan area penginapan di sekitarnya. Cocok untuk wisata keluarga maupun penyuka fotografi.
Kedua Pantai Pasir Putih Karanggongso. Dikenal sebagai pantai dengan air jernih dan pasir putih bersih.
Fasilitasnya paling lengkap, mulai tempat kuliner, kamar mandi, hingga persewaan pelampung. Lokasinya mudah dijangkau dan menjadi tujuan favorit wisata keluarga.
Ketiga Pantai Pelang yang menawarkan kombinasi panorama laut, tebing karang, dan Air Terjun Pelang yang berada tidak jauh dari bibir pantai.
Memiliki jembatan kayu ikonik dan area hutan yang sejuk. Cocok bagi wisatawan yang suka jelajah alam.
Keempat Pantai Prigi yang merupakan pusat aktivitas bahari Trenggalek.
Memiliki pelabuhan perikanan, berbagai warung kuliner laut, serta hamparan pantai dengan ombak yang stabil. Menjadi lokasi favorit bagi wisatawan yang ingin menikmati sunset maupun kegiatan nelayan.
Kelima Pantai Kuyon yang lebih tenang dan minim keramaian dibanding pantai utama.
Memiliki hamparan pasir cokelat, area rumput luas, serta panorama laut yang masih alami. Cocok untuk camping dan swafoto dengan latar tebing hijau.
Keenam Pantai Kebo yang menjadi alternatif tujuan sunrise dan camping yang lebih tersembunyi.
Ciri khasnya berupa padang rumput lebar, karang besar, dan suasana yang masih sangat natural. Aksesnya lebih menantang, namun menawarkan pemandangan eksotis.
Selain pantai, disparbud juga merekomendasikan destinasi non-pesisir seperti Goa Lowo, Hutan Mangrove Cengkrong, Air Terjun Banyu Nget, dan desa-desa wisata yang mulai berkembang.
Edi mengimbau wisatawan tetap memperhatikan keselamatan selama liburan.
“Kami minta pengunjung memperhatikan kondisi cuaca dan arahan petugas, terutama terkait gelombang laut. Kebersihan area wisata juga harus dijaga bersama,” tegasnya.
Dengan akses Jalur Lintas Selatan (JLS) yang semakin mudah, pemerintah optimistis kunjungan wisata mampu menggerakkan ekonomi masyarakat setempat pada momen pergantian tahun.(jaz/din)
Editor : Didin Cahya Firmansyah