TRENGGALEK – Sebanyak 200 pelaku UMKM menerima bantuan KIP (Kewirausahaan Inklusif dan Produktif) Jawara.
Penyaluran bantuan tersebut dilakukan oleh Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur yang bekerja sama dengan Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Anak (Dinsos PPPA) Kabupaten Trenggalek.
“Hari ini tahapan proses pencairan program KIP Jawara, pelaku usaha yang sudah melalui proses seleksi serta verifikasi dan yang lolos verifikasi ada 200 penerima manfaat,” ungkap Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial Dinsos PPPA Trenggalek, Mohammad Tohir, Kamis (18/12/2025).
Dia mengaku bahwa terdapat banyak pelaku usaha yang mendaftar untuk mendapatkan bantuan KIP Jawara.
Namun berdasarkan tahapan seleksi dan verifikasi hanya terdapat 200 pelaku usaha yang menjadi penerima manfaat.
“Sebenarnya yang daftar banyak tapi karena tidak lolos desilnya, kemudian orangnya juga tidak punya kemauan untuk usaha, yang seperti itu tidak cocok untuk diakseskan program Jawara,” jelasnya.
Dia menuturkan bahwa KIP Jawara tersebut merupakan program dari Dinsos Provinsi Jawa Timur.
Dengan demikian, Dinsos Trenggalek juga berkontribusi pada program tersebut.
Pemkab Trenggalek melalui Dinsos mengakses program tersebut supaya masyarakat Trenggalek juga menerima manfaat dari program KIP Jawara tersebut.
“Itu programnya Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur. Jadi Pemkab Trenggalek itu ikut mengakses program supaya warga Trenggalek mendapatkan kesempatan untuk diberikan modal usaha” tuturnya.
“Mereka diberi modal usaha dengan nominal bantuan Rp. 3 Juta Rupiah per penerima manfaat untuk membeli alat usaha,” imbuhnya.
Tohir berharap dengan adanya bantuan KIP Jawara dari Dinsos Provinsi Jawa Timur dapat mendukung kegiatan UMKM dan menghasilkan sebuah lapangan pekerjaan.
Selain itu, masyarakat diharapkan dapat lebih produktif dan tidak bergantung pada bantuan-bantuan yang bersifat konsumtif.
“Seiring mendukung UMKM dan lapangan pekerjaan bagi warga masyarakat kategori miskin atau desil 1 sampai desil 5 supaya mereka lebih produktif dan tidak menggantungkan bantuan yang sifatnya konsumtif,” terangnya.
Dia mengatakan bahwa program KIP Jawara tersebut menyasar keluarga yang masih berada pada usia produktif serta memiliki motivasi untuk mandiri melalui usaha.
“Program ini sasarannya untuk keluarga yang usia produktif yang memang punya inisiatif atau punya motivasi untuk berusaha,” pungkasnya. (*)