Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Lestarikan Budaya di Trenggalek, Libatkan Lintas Generasi hingga Dalang Muda

Fatra Aditya • Kamis, 25 Desember 2025 | 03:00 WIB
Pagelaran wayang lintas generasi yang diadakan di Balai Desa Prambon, Kecamatan Tugu, Kabupaten Trenggalek.
Pagelaran wayang lintas generasi yang diadakan di Balai Desa Prambon, Kecamatan Tugu, Kabupaten Trenggalek.

TRENGGALEK – Sebagai upaya pelestarian seni tradisi Jawa khususnya wayang, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Trenggalek menggelar pagelaran wayang lintas generasi yang diadakan di Balai Desa Prambon, Kecamatan Tugu.

Pementasan tersebut menjadi ruang perjumpaan antar generasi dalam merawat kebudayaan wayang agar tetap hidup dan relevan di tengah perubahan zaman di Trenggalek.

Pagelaran tersebut juga menjadi bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap keberlangsungan seni tradisi, termasuk bagi generasi muda yang terlibat.

Pada pagelaran wayang tersebut dalang muda yang terlibat adalah  Ki Muhammad Sufa Syahadillah.

Dia merasa senang dapat terlibat dalam pagelaran wayang lintas generasi tersebut.

Hal tersebut merupakan bentuk dari kepeduliaan pemerintah terhadap kebudayaan dan para seniman terutama seniman muda.

“Pastinya senang, apalagi yang mengadakan instansi pemerintah, artinya Kabupaten Trenggalek masih memperhatikan para seniman terlebih lagi seniman muda seperti saya,” jelasnya, kemarin.

Di balik pementasan tersebut, dia mengungkapkan kondisi fisiknya yang kurang prima. Meski demikian, hal itu tidak menyurutkan semangatnya untuk tetap tampil dan berkontribusi dalam pelestarian budaya.

Selain itu, di juga menyebut bahwa tim pengrawit dan lainnya bukanlah timnya, maka harus bisa beradapatasi dengan cepat.

Dalang muda asal Trenggalek tersebut mengungkapkan, pagelaran wayang lintas generasi tersebut digelar dalam rangka menyambut Hari Wayang Nasional yang biasa diperingati setiap  7 November. Namun, karena adanya lain suatu hal, maka baru bisa digelar pada Jumat (19/12/2025).

Dia berharap kegiatan semacam ini tidak berhenti hanya sebagai memontum peringatan hari tertentu. Akan tetapi diharapkan mampu menghidupkan kembali dan melestarikan kebudayaan Jawa khususnya pewayangan di masyarakat.

Menurut dia, pelestarian budaya tidak cukup dijaga, tetapi juga harus terus dihidupkan.

“Pastinya lebih banyak pengurep-urep, jadi kalau kata bahasa jawanya kan ada  uri-uri kebudayaan Jawa, uri-uri itu merestarikan, kita harus lebih dari itu, urep-urep menghidupkan lagi, karena ini udah sebenarnya sudah setengah mati bagaimana caranya kita urep-urep pagelaran wayang kebudayaan Jawa,” pungkasnya. (tra/din)

Editor : Didin Cahya Firmansyah
#budaya #trenggalek