Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

MBG di Trenggalek Berhenti jika Tanggal Merah, Libur Semester Siswa Sekolah Tetap Jalan

Zaki Jazai • Jumat, 26 Desember 2025 | 01:43 WIB
Mobil milik SPPG di wilayah Kecamatan Trenggalek untuk menghantarkan MBG.
Mobil milik SPPG di wilayah Kecamatan Trenggalek untuk menghantarkan MBG.

 

TRENGGALEK – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Trenggalek dipastikan tetap berjalan selama libur semester sekolah yang dimulai Senin (22/12/2025) kemarin.

Meski demikian, pelaksanaannya dilakukan dengan skema khusus dan di tengah berkurangnya jumlah dapur yang beroperasi.

Wakil Ketua Satgas MBG Trenggalek, Saeroni mengatakan, distribusi MBG saat libur semester tetap dilakukan sepanjang pihak sekolah bersedia menerima dan menyalurkan kepada siswa.

“Untuk MBG pada waktu libur sekolah masih tetap berjalan, dengan syarat sekolah masih mau menerima. Nanti anak-anak yang libur akan mengambil di sekolah,” ujar Saeroni, Selasa (23/12/2025).

Dia menjelaskan, kebijakan tersebut berbeda dengan libur nasional atau tanggal merah.

Pada hari-hari tersebut, distribusi MBG tidak dilakukan sama sekali.

“Kalau libur nasional dan tanggal merah, MBG tidak didistribusikan. Tapi khusus libur semester masih berjalan,” tegasnya.

Dia menyatakan dinas pendidikan, pemuda, dan olahraga (dikpora) telah berkoordinasi dengan pihak sekolah agar menyiapkan petugas piket di sekolah-sekolah untuk mendukung kelancaran distribusi MBG selama masa libur.

“Informasi dari kadisdikpora, di sekolah ada yang piket. Itu nanti yang mendistribusikan,” jelasnya.

Terkait menu makanan, Saeroni menyebut tidak ada ketentuan khusus dari satgas MBG selama libur semester.

Menu yang disajikan tetap menyesuaikan kesiapan dapur penyedia.

Baca Juga: Program MBG di Kabupaten Trenggalek masih Menyisakan Persoalan Pembayaran hingga SLHS

“Tidak ada instruksi khusus. Kering atau basah tidak ada ketentuan,” katanya.

Di sisi lain, Saeroni mengungkapkan, dari total 50 dapur MBG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Trenggalek, saat ini hanya 35 dapur yang masih aktif beroperasi.

Sebanyak 15 dapur lainnya berhenti sementara.

Penghentian operasional sementara tersebut disebabkan belum cairnya dana operasional dari Badan Gizi Nasional (BGN).

Kondisi ini membuat sebagian dapur memilih menghentikan layanan, sementara dapur lainnya tetap beroperasi dengan menggunakan anggaran mandiri.

“Yang berhenti sementara itu karena dana dari BGN belum cair. Jadi saat ini hanya 35 dapur yang masih berjalan,” ujarnya.

Dia menambahkan, hingga kini belum ada kepastian kapan 15 dapur MBG yang berhenti sementara tersebut akan kembali beroperasi.

Meski demikian, satgas MBG memastikan kondisi tersebut telah disampaikan kepada pihak sekolah penerima manfaat. “Informasi ini sudah kami sampaikan ke sekolah-sekolah,” pungkasnya. (jaz/c1/din)

Editor : Didin Cahya Firmansyah
#Mbg #libur semester #trenggalek #bkn