TRENGGALEK – Menyambut datangnya libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026, Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Trenggalek mengoperasikan kembali TGX-Atraktif Tour.
Masyarakat Trenggalek akan diajak mengelilingi kawasan kota Trenggalek dan menyusuri beberapa ruas jalan protokol di Trenggalek.
Masyarakat Trenggalek tampak antusias menyambut beroperasinya kembali layanan wisata tersebut.
Salah satu warga Trenggalek yang cukup antusias menyambut kembali beroperasinya bus tersebut adalah Mintri, yang juga merupakan pedagang berjualan di pelataran Pasar Pon.
Dia menyampaikan bahwa layanan tersebut kembali aktif mulai Selasa (23/12/2025) dan turut membagikan informasi terkait hal itu.
“Ini beroperasi lagi. Saya juga kirim ke beberapa grup supaya mereka bisa ikut meramaikan lah, membantu program ini biar berjalan,” jelasnya.
Diketahui bersama, Wisata TGX-Atraktif Tour tersebut pertama kali hadir di Kabupaten Trenggalek pada akhir Agustus hingga pertengahan September 2025 dalam rangka menyambut Hari Jadi Kabupaten Trenggalek.
Namun, setelah itu bus berhenti beroperasi, dan Mintri sangat menyayangkan bahwa TGX-Atraktif Tour tersebut harus berhenti.
Menurut dia, layanan wisata tersebut dapat mengenalkan apa saja yang ada di Trenggalek.
"Seharusnya ya jangan berhenti lho, dilanjutkan. Soalnya kan kita kalau sore sambil nongkrong, nanti anak-anaknya bisa keliling kota. Jadi, memperkenalkan kota Trenggalek itu ada apa saja, gratis lagi. Jadi kesempatan ini," ungkapnya.
Dia merasa senang dengan beroperasinya kembali bus wisata tersebut. Meskipun demikian, menurutnya, durasi dari perjalanan bus tersebut telalu singkat lantaran kawasan kota Trenggalek yang cukup kecil.
"Kalau saya senang banget meskipun sebenarnya kurang lama. Soalnya kota Ternggalek kan kecil ya, kalau misalnya kayak Tulungagung agak luas paling enggak 20 menit itu kan lumayan, karena kotanya kecil, jadi kan ya cuma itu-itu saja," ujarnya
Mintri juga menyarankan untuk metode menaiki bus tersebut lebih baik apabila pengunjung langsung datang ke halte yang berada di pelataran Pasar Pon.
Pasalnya, pada periode sebelumnya, TGX-Atraktif Tour tersebut menggunakan metode booking/reservasi terlebih dahulu. Hal tersebut dinilai dapat mengecewakan pengunjung.
"Mending yang ini, yang booking itu biasanya ya itu banyak yang kecewa, misalnya yang rumahnya jauh, telanjur sudah sampai di sini ternyata dipakai. Maksudnya kalau enggak usah booking, kalau di sini ya naik lah gantian, cuma sebentar 15 menit paling," pungkasnya. (tra/c1/din)
Editor : Didin Cahya Firmansyah