TRENGGALEK — Mimpi besar tak selalu lahir dari kota besar. Dari Desa Bendorejo, Kecamatan Pogalan, Kabupaten Trenggalek, seorang gadis muda membuktikan bahwa keberanian dan kerja keras mampu mengantarkan langkah hingga panggung nasional.
Dialah Ariella Amna Zahra, atau akrab disapa Rara, mahasiswi Fakultas Seni Pertunjukan Jurusan Pendidikan Musik, ISI Yogyakarta.
Rara perlahan menapaki dunia musik sejak usia dini. Bakat menyanyinya sudah terlihat sejak taman kanak-kanak.
Kala itu, dia kerap menirukan lagu-lagu anak dari VCD yang diputar di rumah. Memasuki bangku sekolah dasar, kegemaran tersebut berkembang menjadi aktivitas yang lebih serius.
Rara mulai aktif mengikuti berbagai lomba menyanyi, baik di tingkat lokal maupun regional.
"Awalnya memang belajar otodidak, namun ibu saya akhirnya mendaftarkan ke les vokal untuk mengasah kemampuan," katanya.
Rara tak pernah membatasi diri pada satu genre musik. Di awal belajar, dia sempat menekuni pop dan dangdut.
Seiring waktu, dia terus mengeksplorasi berbagai aliran, mulai dari keroncong, rock, jazz, hingga macapat Jawa.
Saat ini, genre pop jazz menjadi pilihan yang paling sering dan nyaman dibawakannya. Kekayaan musikalitas itulah yang menjadi ciri khas Rara.
Langkah Rara menuju panggung nasional bermula dari sebuah keisengan. Bersama teman-teman kampusnya, dia mengikuti big audition Indonesian Idol di Sleman City Hall.
Tanpa ekspektasi besar, Rara mengaku hanya “manut grubyuk” atau ikut-ikutan. Namun tak disangka, dia justru berhasil lolos hingga mendapat undangan ke Jakarta untuk bertemu langsung dengan juri utama.
“Bejo banget,” ungkap Rara, menggambarkan rasa syukurnya. Dia menyadari betul ketatnya persaingan, mengingat ribuan peserta berbakat harus gugur sejak tahap awal audisi.
Dalam audisi awal, Rara tampil berbeda dengan membawakan tembang Jawa. Pilihan tersebut berhasil menarik perhatian panitia.
Menurut dia, keberanian menampilkan identitas budaya justru menjadi nilai lebih di tengah arus modernisasi musik saat ini.
Rara pun berharap generasi muda tetap mencintai dan melestarikan budaya daerah. “Aja nganti lali karo budayane dhewe. Tetep nguri-uri budaya Jawi,” pesannya.
Rara mengaku terinspirasi oleh sosok Salma Salsabil, penyanyi nasional yang juga merupakan alumni ISI Yogyakarta.
Baca Juga: Gadis Asal Trenggalek, Rosa Aprilia Ika Rahayu, Temukan Jati Diri dan Cuan dari Dunia Model
Dia mengagumi kemampuan Salma dalam menghayati lagu dengan teknik vokal yang matang dan karakter yang kuat.
Melalui perjalanannya, Rara berpesan kepada anak-anak muda, khususnya dari Trenggalek dan daerah sekitarnya, agar tak pernah ragu bermimpi.
“Meski berasal dari kota kecil, bukan berarti kita tak bisa bersinar di luar sana,” ujarnya. (bim/rka)
Editor : Didin Cahya Firmansyah