TRENGGALEK – Libur Natal dan Tahun Baru 2026 berdampak cukup signifikan terhadap sektor pariwisata di Kabupaten Trenggalek. Pada November 2025 sempat dikabarkan kunjungan wisatawan mengalami penurunan drastis.
Namun, kini sejumlah destinasi wisata justru mencatat peningkatan kunjungan hingga ratusan orang selama masa libur Nataru.
Kepala Bidang (Kabid) Peningkatan Daya Tarik dan Destinasi Pariwisata Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Trenggalek Tony Widianto mengungkapkan, beberapa destinasi wisata mengalami peningkatan kunjungan wisatawan.
Menurut dia, peningkatan kunjungan wisatawan sudah terpantau sejak 22 Desember yang bertepatan dengan hari pertama libur sekolah.
“Untuk kondisi kunjungan wisatawan di destinasi wisata di Trenggalek, utamanya pantai Pasir Putih selama ini menjadi tujuan utama dari wisatawan, memang selama libur Nataru ini terpantau terdapat peningkatan mulai 22 Desember,” ungkapnya.
Dia menjelaskan, kunjungan wisatawan juga meningkat di Hari Natal pada 25 Desember dan puncaknya 28 Desember.
Dia mengaku, hal tersebut dipengaruhi rangkaian libur nasional dan cuti bersama yang dimanfaatkan masyarakat untuk berwisata.
“Terus kemudian mulai libur tanggal merah 25, 26, 27, 28 itu juga ada peningkatan. Tapi paling tinggi kunjungannya itu terjadi pada 28 (Minggu, Red) kemarin. Artinya dari tanggal 25 para orang tua itu kan sudah libur, ditambah dengan cuti bersama,” jelasnya.
“Sekarang Pantai Karanggongso sendiri itu pengunjungnya sekitar 6.400-an orang lah,” imbuhnya.
Di tengah meningkatnya kunjungan wisatawan di destinasi wisata khususnya pantai, Goa Lowo justru tercatat sebagai destinasi wisata dengan jumlah pengunjung terendah di momen libur Nataru.
Meskipun demikian, Goa Lowo juga tetap mencatat peningkatan kunjungan.
Pada hari biasa Goa Lowo mencatat 10-20 pengunjung, sedangkan di momen Nataru ini Goa Lowo mencatat 80-90 pengunjung.
“Dulu sehari (Goa Lowo) cuma dapat sekitar 10 orang, 20 orang, sekarang sudah dapat bisa sampai 80-90 orang itu satu hari,” ungkapnya.
Dia menyebut salah satu penyebab dari kunjungan ke Goa Lowo sepi adalah hadirnya jalan lintas selatan (JLS).
Dia mendapatkan laporan baik dari petugas maupun warga sekitar goa tersebut, yang mengungkapkan frekuensi pengguna jalan menurun sejak JLS beroperasi.
“Salah satunya kalau menurut pengakuan teman-teman petugas maupun masyarakat di sana, secara nyata yang bisa diamati adalah frekuensi pengguna jalan, memang sangat menurun drastis setelah ada JLS,” ungkapnya.
Sedangkan di sisi lain, Pantai Prigi yang kembali menerapkan retribusi tiket masuk sejak 21 Desember justru mencatat lonjakan kunjungan hingga sekitar 800 orang dalam sehari.
Dia menambahkan, banyak wisatawan yang datang ke Pantai Prigi hanya untuk singgah setelah berkunjung ke destinasi utama, meskipun retribusi kembali diberlakukan di kawasan tersebut.
“Pantai Prigi kemarin terakhir tertinggi sampai 800-an orang pengunjungnya dalam satu hari, tanggal 28 kemarin. Memang per tanggal 21 memang kita berlakukan retribusi, tapi ya karena sedang dalam masa libur Nataru, sehingga mungkin pengunjung itu juga banyak,” pungkasnya. (tra/din)
Editor : Didin Cahya Firmansyah