Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Simak Harga Komoditas di Pasar Subuh Trenggalek usai Tahun Baru

Fatra Aditya • Senin, 5 Januari 2026 | 10:05 WIB
Memasuki awal tahun baru, harga sejumlah komoditas sayuran di Pasar Subuh Kabupaten Trenggalek terpantau relatif stabil.
Memasuki awal tahun baru, harga sejumlah komoditas sayuran di Pasar Subuh Kabupaten Trenggalek terpantau relatif stabil.

TRENGGALEK – Memasuki awal tahun baru, harga sejumlah komoditas sayuran di Pasar Subuh Kabupaten Trenggalek terpantau relatif stabil.

Para pedagang menyebut tidak terjadi lonjakan maupun penurunan harga yang berarti, meskipun terdapat komoditas yang mengalami penurunan harga cukup tajam pada periode sebelumnya, namun kini sudah kembali berada pada kondisi harga yang stabil.

Alwi salah satu pedagang sayuran yang ada di Pasar Subuh menjelaskan untu harga komoditas di tahun baru ini cukup stabil, tidak ada kenaikan ataupun penurunan harga yang cukup signifikan.
“kira-kira ga ada yang naik, harga stabil,” ungkapnya, Sabtu (3/1/2026). 

Dia merinci, harga cabai lokal saat ini berada di kisaran Rp28 ribu per kilogram, cabai rawit jenis asmoro Rp31 ribu per kilogram, serta cabai keriting berkisar antara Rp 20 ribu hingga Rp22 ribu per kilogram (kg).

Sementara itu, harga bawang putih dan bawang merah masing-masing berada di angka Rp 30 ribu per kg. Untuk komoditas tomat, harga tercatat relatif murah, yakni sekitar Rp 7 ribu per kg.

Meskipun sekarang harga komoditas sudah relatif stabil, Alwi mengungkapkan ada komoditas yang mengalami penurunan harga.

Salah satu komoditasnya adalah cabai, dirinya mengatakan sebelumnya cabai dikisaran 50 ribuan per kg namun sekarang berada di kisaran harga 30 ribuan per kg.

“Cabai turun dari Rp 50 ribu kini turun terus sampe stabil di 30 ribuan,” tuturnya.

Menurut Alwi, naik turunnya harga dipengaruhi oleh distribusi barang ke luar daerah.

Apabila pengiriman ke wilayah barat berkurang harga cenderung turun karena stok banyak sedangakan apabila pengiriman ke barat tinggi harga akan naik karena stok sedikit.

“Turun itu biasanya karena kiriman ke barat berkurang, kalau kiriman ke barat tinggi permintaan stok dikit jadi harga eceran naik,” jelasnya.

Ditengah keluhan para pedagang yang sulit mendapatkan stok komoditas karena Makan Bergizi Gratis (MBG) Alwi justru menyatakan sebaliknya.

Saat dikonfirmasi apakah penjualannya terdampak program MBG Alwi mengatakan bahwa dirinya tidak terlalu merasakan efek sampingnya.

“Kalau menurut saya tidak berefek ke saya, tapi gak tahu untuk orang lain,” ungkapnya.

Indah yang juga merupakan pedagang di pasar subuh juga mengungkapkan hal yang sama dengan Alwi.

Menurut dia, MBG hanya sedikit memberikan efek kenaikan harga komoditas yang tidak terlalu signifikan.

“Aman, mungkin pas MBG itu ada sedikit kenaikan harga karena stok barang sedikit,” tandasnya. (tra/din)

Editor : Didin Cahya Firmansyah
#trenggalek #Pasar Subuh