Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Hujan, Candi Brongkah di Trenggalek Terendam dari Aliran Sungai Ngasinan  

Fatra Aditya • Senin, 5 Januari 2026 | 19:10 WIB
Tampak genangan air yang menyelimuti Candi Brongkah di Desa Kedunglurah, Kecamatan Pogalan, Kabupaten Trenggalek, Senin (5/1/2026).
Tampak genangan air yang menyelimuti Candi Brongkah di Desa Kedunglurah, Kecamatan Pogalan, Kabupaten Trenggalek, Senin (5/1/2026).

TRENGGALEK - Kondisi Candi Brongkah di Desa Kedunglurah, Kecamatan Pogalan, Kabupaten Trenggalek, tergenang air.

Diduga, sumber air berasal dari aliran Sungai Ngasinan yang berada tak jauh dari lokasi situs bersejarah tersebut.

Berdasarkan pantauan di lokasi, tampak genangan air menutupi puncak candi yang tumpul itu. Bahkan, air lebih tinggi  dan nyaris memenuhi tembok penahan.

Warna air tergolong jernih sehingga terlihat kedalaman candi meski tidak sampai ke dasar.

“Genangan air ini terjadi  awal tahun baru waktu hujan lebat,” terang juru pelihara Candi Brongkah, Supriadi, Senin (5/1/2026).

Dia mengaku jika genangan air tak lama setelah hujan deras terjadi, hingga saat ini menutupi seluruh bagian candi.

Ketinggian candi berkisar 2,5 meter dan tinggi tembok penahan sekitar 3 meter. “Sudah lama kalau musim hujan akan tergenang,” ungkap pria 42 tahun ini.

Dia mengaku kemunculan air sudah berlangsung tiap tahun ketika musim hujan. Hal tersebut sudah dilaporkan ke Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Mojokerto.

Meski demikian, perbaikan belum memungkinkan. Sebab, selain aliran sungai, ada sumber air di sekitar lokasi.

“Hanya bisa berharap ketika candi tergenang akan segera surut,” katanya.

Biasanya ketika tergenang, maka dua atau tiga hari kemudian akan susut hingga benar-benar kering.

Dia menambahkan, ketika kondisi candi dalam keadaaan normal, tingkat kunjungan memang tidak sedikit.

Baca Juga: Si Jago Merah Beraksi 45 Kali di Trenggalek, Terungkap IKM Satpol PPK

Yakni, kunjungan dari siswa di sekitar desa atau kecamatan. Mereka datang untuk menggali sejarah atau tugas dari guru.

Ya lumayan ketika hari libur pasti ada rombongan anak-anak sekolah untuk mengisi tugas dari guru,” ungkapnya.                               

Candi Brongkah berbentuk persegi dengan ukuran kurang lebih sekitar 3x3 meter.

Candi ini konon merupakan peninggalan masa Kerajaan Majapahit yang memiliki sebuah arca berupa patung seorang wanita.

Patung yang menyerupai sapi dan lempengan bertuliskan huruf kuno yang kini berada di museum Trowulan.

Candi Brongkah pertama kali ditemukan pada 1994 saat pemilik lahan yang bermaksud menggali sumur.

Penemuan ini empat memperoleh perhatian dari pihak terkait sehingga beberapa arca pentingnya dapat diamankan.

Salah satu arca yang ditemukan diidentifikasi sebagai Nandi sehingga kemungkinan latar belakang Candi Brongkah adalah agama Hindu. Nandi dalah lembu jantan kendaraan Dewa Siwa, salah satu dewa dalam agama Hindu. (tra/c1/din)

 

Editor : Didin Cahya Firmansyah
#Candi Brongkah #tergenang air #trenggalek