TRENGGALEK – Jumlah kunjungan wisatawan di Kabupaten Trenggalek pada tahun 2025 menunjukkan adanya penurunan meskipun tidak terlalu signifikan.
Data itu terlihat baik dari kunjungan wisawatan ke destinasi wisata maupun dari wisatawan yang tercatat menginap di hotel-hotel yang ada di Trenggalek.
Kepala Bidang (Kabid) Pemasaran Pariwisata Disparbud Trenggalek, Bambang Supriyadi mengatakan, pada tahun 2025, jumlah wisatawan Nusantara yang berkunjung ke destinasi wisata di Trenggalek mencapai ratusan ribu orang.
Sementara itu, wisatawan mancanegara tercatat sangat minim. “Tahun 2025, kita wisatawan Nusantara itu 900.433 orang, wisatawan mancanegara itu 4 orang yang di destinasi. Untuk hotel wisatawan Nusantara 55.279 orang, kemudian wisatawan mancanegara ada 13,” jelasnya, Senin (5/1/2026).
Sebagai perbandingan, Bambang menyebutkan pergerakan wisatawan pada tahun sebelumnya. Tahun 2024 tercatat lebih satu juta kunjungan wisatawan ke destinasi wisata.
Sementara dari sektor hotel tercatat lebih dari 60.000 kunjungan. “Untuk perbandingan tahun 2024, kita wisatawan Nusantara itu 1.054.189 orang, wisatawan mancanegara itu 2 orang yang di destinasi. Untuk yang di hotel, tahun 2024, jadi wisatawan Nusantara 62.272 orang, wisatawan mancanegara 4 orang,” ujarnya.
Bambang mengakui secara kuantitatif memang terdapat penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Namun, penurunan tersebut tidak terlalu besar dan masih dalam batas wajar.
“Memang secara kuantitatif ada sedikit penurunan daripada tahun 2024, tapi tidak terlalu signifikan,” ungkapnya.
Menurut dia, terdapat sejumlah faktor yang memengaruhi jumlah wisatawan yang berkunjung ke Trenggalek. Mulai dari anomali iklim hingga munculnya destinasi wisata baru di daerah lain yang menarik perhatian publik.
“Penurunan ini penyebabnya salah satunya adalah anomali cuaca, terus tembusnya jalan lintas selatan (JLS) Tulungagung-Blitar itu juga sangat menyedot perhatian banyak wisatawan,” tambahnya.
Meskipun demikian, pada tahun 2025, beberapa destinasi di Trenggalek masih memiliki menjadi daya tarik untuk wisatawan.
Pantai Mutiara yang mencatat kunjungan 360.084 orang dan Pantai Pasir Putih Karanggongso yang mencatatkan 310.273 kunjungan membuat dua destinasi wisata tersebut menjadi destinasi unggulan.
“Di tahun 2025 ini, seperti tahun sebelumnya, jadi kita penyumbang terbesarnya adalah Pantai Pasir Putih Karanggongso sama Pantai Mutiara,” jelasnya.
Bambang juga menyebutkan destinasi mana saja selain Pantai Pasir Putih Karanggongso dan Mutiara yang menyumbang wisatawan terbanyak.
“Yang nomor dua berarti PHD Nusantara 47.636 wisatawan, Kecamatan Durenan, kemudian Pantai Kebo, Kecamatan Munjungan dengan 37.640 wisatawan, selanjutnya terdapat Pantai Pelang, Kecamatan Panggul dengan 29.324 wisawatan,” pungkasnya. (tra/c1/din)
Editor : Didin Cahya Firmansyah