Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Remaja di Trenggalek Jadi Sasaran Pengedar Narkoba, Kasus di 2025 Naik 33 Persen

Zaki Jazai • Rabu, 7 Januari 2026 | 12:05 WIB
Kapolres Trenggalek AKBP Ridwan Maliki
Kapolres Trenggalek AKBP Ridwan Maliki

TRENGGALEK – Peredaran narkoba di Trenggalek kian mengkhawatirkan. Buktinya, sepanjang 2025, Polres Trenggalek mencatat lonjakan kasus narkotika hingga 33 persen, dengan kecenderungan baru, remaja mulai menjadi sasaran utama jaringan pengedar.

Berdasarkan data yang didapat Jawa Pos Radar Trenggalek ini, selama 2025 lalu Satresnarkoba Polres Trenggalek menangani 84 kasus narkoba. Jumlah ini meningkat signifikan dibandingkan 2024 yang hanya mencatat 56 kasus.

“Peningkatan ini bukan sekadar angka. Yang paling mengkhawatirkan, pelaku dan pengguna kini menyasar kelompok usia remaja,” kata Kapolres Trenggalek AKBP Ridwan Maliki, Senin (6/1/2025).

Data kepolisian menunjukkan, jumlah tersangka narkoba meningkat dari 62 orang pada 2024 menjadi 98 orang di 2025.

Kelompok usia 15–19 tahun mengalami lonjakan tertinggi, dari dua orang menjadi lima orang atau naik 150 persen. Kelompok usia 20–24 tahun juga meningkat dari 13 menjadi 21 orang.

“Berdasarkan data ini kebanyakan pengguna narkoba adalah usia produktif, “ Ungkapnya.

Maliki menjelaskan, pengedar memanfaatkan perkembangan teknologi untuk menjangkau target yang lebih muda.

Transaksi narkoba kini banyak dilakukan melalui media sosial dan aplikasi pesan instan, sehingga sulit terdeteksi secara kasat mata.

Selain itu, masuknya jaringan dari luar daerah turut mempengaruhi meningkatnya peredaran narkoba di Trenggalek.

Interaksi antar pelaku, termasuk residivis, memperluas jaringan peredaran di tingkat lokal.

Dari sisi barang bukti, polisi mencatat peningkatan signifikan. Sabu yang disita naik dari 95,97 gram menjadi 102,7 gram. Sementara pil dobel L melonjak tajam dari 20.168 butir menjadi 51.335 butir sepanjang 2025.

“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Peran keluarga, sekolah, dan lingkungan sangat penting untuk mencegah generasi muda terjerumus narkoba,” tegas Maliki.(jaz)

Editor : Didin Cahya Firmansyah
#narkoba #trenggalek #AKBP Ridwan Maliki