TRENGGALEK – Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkesdalduk KB) Kabupaten Trenggalek menegaskan bahwa pengendalian penduduk tidak hanya berfokus pada pembatasan angka kelahiran dengan penggunaan alat kontrasepsi.
Namun juga mencakup pembinaan hingga pemberdayaan keluarga salah satunya adalah penanganan stunting.
Kepala Bidang Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Dinkesdalduk KB Trenggalek, dr Bakhtiar Arifin mengatakan, pengendalian penduduk merupakan bagian dari strategi pembangunan keluarga yang dijalankan secara terpadu.
Menurut penuturannya, penanganan stunting juga termasuk di dalamnya. “Pengendalian penduduk itu bukan KB saja, di dalamnya ada pembinaan keluarga, pemberdayaan, penanganan stunting adalah salah satunya,” ujarnya, Selasa (6/1/2025).
Dia menjelaskan, penanganan stunting menjadi salah satu bagian penting dalam program pengendalian penduduk.
Selain aspek kesehatan, dalam penanganan stunting diperlukan intervensi penguatan peran keluarga untuk mencegah terjadinya stunting.
“Penanganan stunting tidak bisa hanya dilihat dari sisi kesehatan saja. Ada peran keluarga yang harus diperkuat melalui pembinaan dan pemberdayaan,” jelasnya.
Dalam pelaksanaannya, Dinkesdalduk KB Trenggalek juga mendorong adanya kerja sama lintas organisasi perangkat daerah (OPD), dr Backhtiar menyebut, pengendalian stunting tak hanya dari dinkes, tetapi juga dari dinas pendidikan.
Kolaborasi tersebut diperlukan agar program pengendalian penduduk, salah satu programnya adalah penanganan stunting, dapat berjalan secara baik.
“Koordinasi lintas dinas juga penting, karena pengendalian penduduk dan stunting ini menyentuh banyak sektor. Ada dari dinas pendidikan juga,” katanya.
Dia berharap masyarakat dapat memahami secara lebih utuh ruang lingkup program pengendalian penduduk yang dijalankan pemerintah.
Dengan demikian, program-program terkait pengendalian penduduk dapat terealisasikan dan mendapatkan dukungan dari masyarakat.
“Harapannya, masyarakat juga memahami bahwa pengendalian penduduk bukan hanya soal kontrasepsi, tetapi mencakup pembinaan keluarga, penanganan stunting, dan kerja sama lintas sektor,” pungkasnya. (tra/c1/din)
Editor : Didin Cahya Firmansyah