TRENGGALEK - Remaja Trenggalek kembali menorehkan kebanggaan.
Dari tanah yang sederhana namun sarat doa, lahir seorang pemuda bernama Firlian Agna Syahrial, putra Desa Sambirejo, Kecamatan Trenggalek, yang kini resmi mengabdi kepada negara sebagai Bintara TNI melalui jalur khusus Talenta jalur undangan.
Sosok pendiam yang mengaku introvert itu membuktikan bahwa prestasi, kreativitas, dan ketekunan mampu membuka jalan pengabdian yang terhormat dari Trenggalek.
Firli sapaan akrabnya, lolos seleksi Bintara TNI Talenta melalui jalur undangan, sebuah jalur khusus yang diperuntukkan bagi generasi muda dengan kompetensi unggulan.
Keahliannya di bidang produksi video dan pengelolaan media sosial menjadi modal utama yang mengantarkannya menembus seleksi institusi militer modern.
“Saya tidak pernah membayangkan hobi mengolah video bisa mengantar saya ke titik ini. Saya hanya berusaha konsisten, terus belajar, dan memaksimalkan apa yang saya miliki,” ujar Firli.
Perjalanan Firli bukanlah kisah instan. Sejak kecil, dia telah menunjukkan ketertarikan kuat pada dunia visual dan perlahan menorehkan berbagai prestasi lomba video, yang membentuk karakternya sebagai kreator yang disiplin dan tekun.
Setahun silam, kisahnya sempat disorot media saat dia menceritakan bagaimana dunia digital menjadi jalannya. Kini, jalan itu bermuara pada satu tujuan besar, pengabdian kepada bangsa dan negara.
Momen paling mengharukan terjadi Rabu (7/1/2026), ketika Firlian resmi dilantik dan disumpah sebagai prajurit TNI AD berpangkat sersan dua (serda).
Pelantikan tersebut berlangsung dalam “Upacara Penutupan Pendidikan, Pelantikan dan Penyumpahan Prajurit Dikmaba TNI AD Sumber Kompetensi Khusus Musik dan Penerangan TA 2025 (OV)” yang digelar di Pusat Pendidikan Jenderal (Pusdikajen) Lembang, Bandung.
“Hari itu saya teringat orang tua saya. Semua proses, lelah, dan doa terasa terbayar. Saya ingin membuktikan bahwa anak daerah bisa sukses dengan caranya sendiri,” tuturnya.
Firli merupakan anak kedua dari pasangan Agus Sugeng Wahono dan Rohmawati Romadona, yang akrab disapa Dona. Sang ayah bekerja sebagai aparatur sipil negara di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Trenggalek.
Kebanggaan dan haru tak mampu disembunyikan keduanya saat menyaksikan sang anak berdiri tegap sebagai prajurit TNI.
Ayah Firli, Agus Sugeng Wahono, menyampaikan pesan penuh makna kepada generasi muda yang bercita-cita menjadi prajurit TNI.
“Untuk adik-adik yang berminat menjadi TNI, teruslah berusaha dan berkreativitas. Ketika kalian punya prestasi, negara akan membuka jalan melalui jalur Bintara TNI Talenta seperti anak saya. Prosesnya pun relatif singkat, sekitar satu bulan pendidikan dan 15 hari kejuruan, sudah bisa mencapai titik sukses menjadi Bintara TNI,” ujarnya.
Sementara itu, sang ibu, Dona, mengenang sebuah momen kecil yang kini terasa sangat besar artinya. Ia bercerita bahwa Firli pernah menuliskan kalimat sederhana di sebuah buku catatan kecil.
“Di notes-nya Firli pernah menulis, ‘Nak, kamu lanjutin ayah jadi videografer ya.’ Saya membaca itu langsung menangis,” kenang Dona dengan suara bergetar.
Tulisan sederhana itu ternyata menjadi jejak mimpi yang terus diingat Firli sejak kecil. Dona juga mengenang doa yang kerap diucapkannya untuk anak-anaknya.
Doa itu kini menjelma nyata. Sosok anak kedua yang dulu hanya menuliskan mimpi di buku catatan, kini berdiri gagah sebagai Serda Firlian Agna Syahrial, prajurit TNI AD yang mengabdi melalui jalur Bintara TNI Talenta.
Terhitung sejak Sabtu (11/1/2025), Firli telah menjalani pendidikan militernya di Bandung. Usai pelantikan, ia dijadwalkan akan bertugas di Markas Besar (Mabes) TNI, tepatnya di Pusat Penerangan (Puspen) TNI, mengemban tugas sebagai pengelola media sosial dan konten digital.
Kisah Bintara TNI Talenta jalur undangan Firlian Agna Syahrial menjadi bukti bahwa doa orang tua, prestasi, dan kreativitas mampu bertemu di satu titik yang indah.
Dari Trenggalek, ia melangkah dengan tenang membawa kebanggaan keluarga, harapan orang tua, dan inspirasi bagi generasi muda Indonesia. (mal/din)
Editor : Didin Cahya Firmansyah