TRENGGALEK - PDI Perjuangan Kabupaten Trenggalek menyatakan bahwa akan terus bergerak dari bawah dan mengembangkan potensi Gen-Z terutama yang berprestasi.
“Peringatan ulang tahun partai menjadi momentum untuk meningkatkan keterlibatan seluruh unsur partai agar gerakan partai dapat efektif dan dapat menyentuh langsung ke masyarakat,” terang Wakil Kepala Bidang Tenaga Kerja, Jaminan Sosial, Hukum dan Advokasi DPC PDI Perjuangan Trenggalek, Imam Waldi, usai peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-53 partai pada Sabtu (10/1) lalu.
Dia menyebut, ke depannya kegiatan partai tidak hanya terpusat di tingkat DPC PDI Perjungan Trenggalek, namun harus bisa menjangkau sampai lapisan bawah masyarakat.
Dalam momentum tersebut, dia juga menyampaiakan harapannya untuk partai ke depannya.
“Mudah-mudahan makin solid, dan dapat lebih terlibat. Jadi kita langsung bergerak ke bawah tidak seperti kemarin banyak kegiatan dilakukan di DPC, istilahnya jemput bola,” ujar Imam.
Sementara itu, Wakil Sekretaris Bidang Program PDI Perjuangan Trenggalek, Heny Purwati mengatakan, bahwa semangat perjuangan PDI Perjuangan di usia ke-53 diharapkan mampu membawa dampak positif bagi generasi muda, khususnya Generasi Z.
Menurut Heny, Gen Z memiliki potensi besar untuk berkembang dan berprestasi apabila mendapatkan arahan dan dukungan yang tepat.
Karena itu, PDI Perjuangan berupaya mengambil peran dalam mendorong anak muda agar terus meningkatkan kapasitas diri di berbagai bidang.
“Kami ingin mengarahkan anak muda agar terus berkembang. Harapannya, mereka bisa menjadi atlet atau generasi berprestasi yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional,” ujarnya.
Heny menambahkan, sinergi antara PDI Perjuangan dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Trenggalek di bawah kepemimpinan Mochamad Nur Arifin, berharap dapat melahirkan generasi muda yang lebih maju dan berdaya saing.
“Semoga lebih maju, lebih hebat lagi di bawah kepemimpinan Pak Ipin,” pungkasnya.
Peringatan HUT ke-53 PDI Perjuangan ini menjadi penegasan arah gerak partai di Trenggalek, tidak hanya persoalan politik.
Tetapi juga dalam upaya pembinaan dan pemberdayaan Generasi Z sebagai aset masa depan daerah. (tra/din)
Editor : Didin Cahya Firmansyah