TRENGGALEK - Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Trenggalek menggelar pelatihan Survei Kerangka Sampel Area (KSA) dan Ubinan pada Rabu (7/1/2026) sebagai bagian dari upaya mendukung program ketahanan pangan nasional.
Pelatihan tersebut digelar guna melatih petugas survei di Trenggalek karena adanya pembaruan metode pada tahun 2026.
Ketua Tim Produksi BPS Trenggalek, Hendry Retno Poncorini mengatakan, kegiatan tersebut sejalan dengan agenda pemerintah dalam menjaga stabilitas stok pangan.
“Program ini sejalan dengan arah kebijakan ketahanan pangan nasional. Maka kita perlu data yang akurat untuk mengetahui kondisi stok pangan Indonesia,” ujarnya, Kamis (8/1/2026).
Dia menjelaskan, terdapat dua kegiatan utama dalam pendataan tersebut, yakni KSA dan Ubinan.
KSA bertujuan memperoleh gambaran wilayah tanam dan panen melalui pengamatan berbasis teknologi satelit.
“KSA itu menggunakan citra satelit. Ini merupakan kolaborasi BPS dengan BPN, BRIN, dan Kementerian Pertanian untuk meningkatkan kualitas data padi dan jagung agar lebih objektif, modern, dan tepat waktu,” jelas Hendry.
Pengamatan KSA dilakukan setiap bulan, sementara klasifikasinya dievaluasi per tiga bulan, dengan pengambilan amatan lapangan pada 10 hari terakhir setiap bulan.
Komoditas yang diamati pada 2026 adalah padi dan jagung.
Pelaksanaan ubinan dilakukan tiga kali dalam setahun atau per subround, yakni Januari–April, Mei–Agustus, dan September–Desember.
Pelatihan ini diikuti 32 peserta, terdiri dari 23 Petugas Pendata Lapangan (PPL) dari unsur mitra statistik dan 9 Petugas Pemeriksa Lapangan (PML) yang merupakan pegawai organik BPS.
Kegiatan berlangsung selama dua hari, meliputi teori dan praktik lapangan.
Hendry menambahkan, pada 2026 seluruh pendataan ubinan akan beralih ke sistem Computer Assisted Personal Interviewing (CAPI) atau paperless.
“Mulai tahun ini, semuanya sudah menggunakan CAPI. Karena ada peralihan metode, petugas perlu dilatih kembali,” pungkasnya. (tra/din)
Editor : Didin Cahya Firmansyah