Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

CKG di Trenggalek, Temukan Lonjakan Jenis Penyakit Berikut yang Perlu Diwaspadai Warga

Fatra Aditya • Selasa, 13 Januari 2026 | 05:05 WIB

 

Keluarga berolahraga di ruang terbuka sebagai contoh kebiasaan sederhana untuk mendukung hidup lebih sehat.
Keluarga berolahraga di ruang terbuka sebagai contoh kebiasaan sederhana untuk mendukung hidup lebih sehat.

TRENGGALEK - Melalui Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) ditemukan adanya peningkatan jumlah kasus hipertensi yang terdeteksi di fasilitas layanan kesehatan di Puskesmas Trenggalek.

Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkesdalduk KB) Trenggalek, dr Sunarto menyebut, hipertensi menjadi penyakit dengan angka kunjungan tertinggi dalam dua tahun terakhir.

“Hipertensi merupakan kunjungan terbanyak di puskesmas se Trenggalek pada tahun 2024 dan 2025,” ujarnya, Kamis (8/1/2026).

Pada tahun 2024, tercatat 37.305 kunjungan pasien hipertensi, dengan rincian 9.444 pasien laki-laki dan 27.861 pasien perempuan.

Sementara pada tahun 2025, setelah program CKG berjalan lebih masif, angka kunjungan meningkat tajam menjadi 67.244 kunjungan, terdiri dari 15.128 pasien laki-laki dan 52.076 pasien perempuan.

Menurut dr Sunarto, hipertensi adalah kondisi ketika tekanan darah berada di atas batas normal secara konsisten, yakni 140/90 mmHg atau lebih.

“Hipertensi sering disebut sebagai silent killer karena banyak penderitanya tidak merasakan gejala apa pun,” jelasnya.

  1. Dia menjelaskan, hipertensi disebabkan oleh multifaktor, mulai dari stres, konsumsi garam berlebih, kebiasaan merokok, obesitas, hingga konsumsi alkohol.

    Baca Juga: PDI Perjuangan Trenggalek Nyatakan Akan Aksi dari Bawah dan Kembangkan Potensi Gen Z

Beberapa penderita hipertensi terkadang tidak disertai keluhan, namun sebagian lainnya dapat mengalami sakit kepala, pusing, penglihatan kabur, sesak napas, hingga jantung berdebar.

Untuk lebih memastikan seseorang terkena hipertensi atau tidak diperlukan  pemeriksaan.

Pemeriksaan tersebut antata lain debgan mengukur tekanan darah, tes darah, serta pemeriksaan lanjutan.

Dia mengungkapkan, hipertensi yang tidak terkendali dapat memicu penyakit-penyakit lainnya.

Untuk itu diperlukan penanganan yang tepat meliputi pengobatan medis dan perubahan gaya hidup, seperti pola makan sehat, olahraga rutin, pengelolaan stres, serta berhenti merokok.

“Jika tidak dikendalikan, hipertensi bisa memicu stroke, serangan jantung, gagal ginjal, hingga gangguan penglihatan. Karena itu, kami mengimbau masyarakat usia produktif rutin memeriksakan tekanan darah,” pungkasnya. (tra/din)

 

Editor : Didin Cahya Firmansyah
#trenggalek #hipertensi #Dinkesdalduk KB