Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Pantai Kebo di Trenggalek, Wisata Berbasis Pengelolaan Komunitas yang Berkembang Pesat

Fatra Aditya • Selasa, 13 Januari 2026 | 13:05 WIB
Pantai Kebo di Trenggalek, pantai yang terkenal dengan hamparan sawah, dan muara sungai tersebut mengalami peningkatan pengunjung selama Nataru.
Pantai Kebo di Trenggalek, pantai yang terkenal dengan hamparan sawah, dan muara sungai tersebut mengalami peningkatan pengunjung selama Nataru.

TRENGGALEK - Banyak destinasi wisata di Kabupaten Trenggalek pada tahun 2025 mengalami penurunan kunjungan wisatawan.

Namun tidak dengan Pantai Kebo Trenggalek, pantai yang terkenal dengan hamparan sawah, dan muara sungai tersebut mengalami peningkatan pengunjung.

Pantai yang berada di Desa Ngulungwetan, Kecamatan Munjungan, Kabupaten Trenggalek, tersebut justru mengalami peningkatan kunjungan yang cukup signifikan sepanjang tahun 2025.

Padahal, pantai tersebut sebelumnya menjadi salah satu wisata yang jarang dikunjungi.

Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Trenggalek mencatat setidaknya terdapat lebih dari 37 ribu pengunjung di Pantai Kebo selama tahun 2025.

Angka tersebut menunjukkan peningkatan pengunjung yang cukup tajam apabila dibandingkan dengan tahun 2024 yang hanya mencatatkan sejumlah 7.451 kunjungan saja.

Kepala Bidang Pemasaran Disparbud Trenggalek, Bambang Supriyadi menjelaskan, kenaikan tersebut dipengaruhi oleh popularitas Pantai Kebo di media sosial (medsos) serta pengelolaan yang aktif oleh Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis).

“Pada 2025 jumlah kunjungan Pantai Kebo mencapai 37.640 orang, sementara pada 2024 hanya 7.451 orang. Kondisi ini dipicu oleh viralnya Pantai Kebo yang dikelola oleh Pokdarwis,” jelasnya Jumat (9/1/2026).  

Dia menilai Pantai Kebo menjadi contoh keberhasilan pengelolaan wisata berbasis komunitas yang mampu berkembang pesat ketika didukung promosi yang tepat dan berkelanjutan.

Disparbud Trenggalek berharap capaian Pantai Kebo tersebut dapat menjadi inspirasi untuk destinasi wisata lainnya yang ada di Trenggalek, sehingga pengembangan pariwisata daerah tidak hanya bergantung pada pantai-pantai unggulan.

Meskipun Pantai Kebo mengalami lonjakan pengunjung yang cukup signifikan, Bambang menyebut total kunjungan wisata di Trenggalek masih didominasi oleh destinasi wisata pantai utama dan unggulan seperti Pantai Mutiara dan Pantai Pasir Putih.

Pantai Mutiara pada tahun 2025 mencatat sejumlah 360.084 pengunjung, sedangkan  Pantai Pasir Putih menctatkan sejumlah 310.273 kunjungan sepanjang tahun 2025. (tra/din)

Editor : Didin Cahya Firmansyah
#Wisata #pantai kebo #trenggalek