TRENGGALEK – Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang digagas Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mulai mengungkap persoalan serius pada kesehatan mata anak-anak di Trenggalek.
Salah satu temuan di Trenggalek yang muncul adalah penurunan ketajaman penglihatan pada usia muda, yang diduga kuat berkaitan dengan kebiasaan menatap layar gawai dalam waktu lama atau computer vision syndrome (CVS).
“Kan ditemukan banyak anak-anak masih muda, ketajaman daya lihat sudah berkurang. Salah satunya disebabkan penggunaan HP,” ujar Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkesdalduk KB) Kabupaten Trenggalek, Sulastri, Senin (12/1/2025).
Menurut dia, mata anak-anak dipaksa bekerja terus-menerus tanpa jeda. Kebiasaan ini sering kali tidak disadari oleh orang tua maupun anak itu sendiri.
“Mereka kan mata ini menjadi terus-menerus harus bekerja, bukannya santai, kita gak pernah berpikir, harusnya mengalihkan perhatian dengan 20-20-20 menit,” jelasnya.
Langkah 20-20-20 menjadi salah satu cara sederhana untuk mencegah kelelahan mata akibat menatap layar secara terus-menerus.
Sulastri menjelaskan, langkah tersebut dimulai dengan mengistirahatkan mata setiap 20 menit sekali, kemudian melihat objek sejauh 20 kaki atau 6 meter selama 20 detik.
“Jadi setiap 20 menit ini, kita harus mengalihkan pandagan dengan melihat objek sejauh 20 inci atau sekitar 6 meter, lamanya 20 detik,” katanya.
Dia menambahkan, banyak orang baru menyadari masalah mata ketika kondisinya sudah memburuk.
Masalah ini menjadi perhatian serius karena kerusakan mata bersifat permanen.
“Kalau mata walaupun diganti mata palsu kan jika tetap gak bisa menang,” tegasnya.
Pemerintah mendorong kesadaran sejak usia sekolah. Penggunaan gawai memang tidak bisa dihindari di tengah arus teknologi yang kian berkembang. Namun, kesehatan mata harus tetap dijaga.
Sulatri menyebut, selain menerapkan langkah 20-20-20, juga harus diimbangi dengan pemenuhan gizi terutama vitamin A.
“Media ini (gawai) memang tidak bisa kita hindari saat ini untuk perkembangan zaman, tetapi jangan lupa mengesampingkan bagaimana kesehatan mata itu sendiri, supaya dapat melihat dengan baik,” pungkasnya. (tra/c1/din)
Editor : Didin Cahya Firmansyah