TRENGGALEK – Kondisi Terminal Durenan sudah puluhan tahun tidak berfungsi optimal. Maka, perlu langkah terobosan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Trenggalek agar aset tersebut tidak terus mangkrak.
Warga dan pemilik warung di lokasi setempat memang segera menghendaki perubahan agar kondisi kusam segera hilang.
Berdasarkan pantauan di lokasi, banyak kerusakan di dalam terminal yang dulu sempat berjaya karena bus keluar masuk.
Kerusakan mulai dari landasan aspal yang bergolombang sehingga ketika hujan akan ada genangan.
Selain itu, lapak-lapak dibiarkan kosong dan tidak terawat.
Bahkan, ada tumpukan kursi entah kepemilikannya siapa dibiarkan tergelatak.
Belum lagi palfon di area transit yang jebol-jebol dan belum ada pembenahan sama sekali.
Berbeda dengan pos pantau yang terlihat bangunan baru namun masih belum sering digunakan.
Tak mencolok, ada aktivitas jual beli di lapak di dalam terminal.
“Ya begini, sepi. Yang mau memanfaatkan lapak itu sudah beruntung,” terang warga setempat Ganes, Sabtu (18/1/2026).
Dia mengaku memang ada rencana untuk pembangunan mal pelayanan publik (MPP), namun hingga kini belum ada realisasi dan tetap suram.
Warga menginginkan ada keramaian atau pusat pasar malam yang bisa menyedot para pengunjung.
Dulu sempat dipakai untuk arena balap dan mendapatkan perhatian masyarakat, namun karena penonton banyak dan tidak parkir sehingga membuat kemacetan, akhirnya dihentikan pihak berwenang.
Minimal, lanjut dia, ada langkah dari pemkab dan pihak desa untuk kembali menghidupkan terminal yang sempat ramai.
“Kalau dulu ada pasar hewan di terminal ini, terlihat ramai, namun pasarnya pindah jadi sepi,” ungkapnya.
Pihak desa pun harus memberikan upaya konkret untuk menghidupkan kembali Terminal Durenan.
“Banyak kegiatan desa bisa ditempatkan di terminal,” ujarnya.
Dia menambahkan, karena kondisi terminal sepi justru dipakai bongkar muat barang atau parkir truk. “Mudah-mudahan segera ada solusi,” pungkasnya. (gun/c1/din)
Editor : Didin Cahya Firmansyah