Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Jarang Ada Keluhan, Dinkesdalduk KB Trenggalek Tetap Upayakan Peningkatan Mutu Pelayanan Kesehatan

Fatra Aditya • Rabu, 21 Januari 2026 | 13:05 WIB

Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan KB (Dinkesdalduk KB) Kabupaten Trenggalek, Agus Hari Widodo.
Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan KB (Dinkesdalduk KB) Kabupaten Trenggalek, Agus Hari Widodo.

TRENGGALEK – Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan KB (Dinkesdalduk KB) Kabupaten Trenggalek, Agus Hari Widodo, menyampaikan bahwa secara umum pelayanan kesehatan di fasilitas kesehatan berjalan sesuai standar selama tahun 2025.

Evaluasi rutin juga dilakukan untuk memastikan respons terhadap aduan masyarakat ditangani secara optimal dari pihak layanan kesehatan pemerintah. 

Dia menyebut aduan-aduan dari masyarakat sudah tertangani dengan baik. “Keluhan sudah ditangani dengan baik,” jelasnya, Selasa (20/1/2026).

Agus menyampaikan bahwa pihaknya terus melakukan pemantauan terhadap keluhan masyarakat terkait layanan kesehatan.

Dia menyebut pada tahun 2025 sudah jarang  ditemukan aduan dari masyarakat. Apabila terdapat keluhan, keluhan tersebut akan segera tindak lanjut dari petugas kesehatan.

“Sudah jarang ada keluhan, kalaupun ada keluhan itu segera kita tangani dengan baik,” ujarnya. 

Selain itu, dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, Dinkesdalduk KB Trenggalek menjalankan sejumlah program berbasis masyarakat.

Program tersebut dirancang untuk memperkuat peran desa dalam mendukung perilaku hidup sehat, salah satu programnya adalah lomba DASI EMAS (Desa Siaga dengan Implementasi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat).

“Kita ada beberapa program untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan, salah satunya DASIEMAS atau Desa Siaga dengan Implementasi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat,” katanya.

Menurut dia, pelaksanaan program DASI EMAS tersebut tidak hanya menyasar masyarakat, tetapi juga para tenaga kesehatan.

Melalui program tersebut, Agus mengatakan diharapakan dapat meningkatan kapasitas sumber daya manusia dalam bidang kesehatan dan juga sebagai sarana edukasi kepada masyarakat.

“Program tersebut diharapkan dapat mengedukasi masyarakat sekaligus meningkatkan skill tenaga kesehatan,” tuturnya.

Selain program berbasis desa, Dinkesdalduk KB Trenggalek juga menerapkan sistem penilaian mutu layanan kesehatan.

Baca Juga: Pantai Kebo Trenggalek via Jalur Panggul Munjungan, Perjalanan Ekstrem Terbayar Spot Camping Alami dan Gratis Masuk

Penilaian ini digunakan sebagai tolok ukur kepatuhan tenaga kesehatan terhadap standar pelayanan.

Agus menngungkapakan tolok ukur dari INM tersebut adalah kepatuhan mencuci tangan serta pemeriksaan antenatal care atau pemriksaan ibu hamil.

“Selain itu, kita juga punya INM atau Indikator Nilai Mutu, salah satu indikatornya adalah kepatuhan cuci tangan sebelum melakukan dan tindakan pemeriksaan dan antenatal care atau ibu hamil,” ungkapnya.

Dia menjelaskan bahwa hasil evaluasi menunjukkan tingkat kepatuhan tenaga kesehatan tergolong tinggi.

Sedangkan dari antenatal care mecapai hampir memcapai nilai sempurna.

Meski demikian, pihaknya tetap melakukan pengawasan untuk memastikan standar pelayanan terus terjaga.

“Untuk cuci tangan insyaallah penerapannya sudah 100 persen, sedangkan untuk yang ibu hamil sekitar 97 persen nilainya,” pungkasnya.(*)

Editor : Didin Cahya Firmansyah
#trenggalek #Dinkesdalduk KB