Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Sejarah Trenggalek Lengkap dari Zaman Prasejarah hingga Modern: Jejak Menak Sopal, Bendungan Bagong, dan Lahirnya Kabupaten di Pesisir Selatan Jawa Ti

Ingge Nayla Ayu Karina • Selasa, 27 Januari 2026 | 18:00 WIB
Sejarah Trenggalek dari prasejarah, Majapahit, Menak Sopal, Bendungan Bagong, hingga jadi kabupaten modern Jawa Timur.
Sejarah Trenggalek dari prasejarah, Majapahit, Menak Sopal, Bendungan Bagong, hingga jadi kabupaten modern Jawa Timur.

 

TRENGGALEK – Sejarah Trenggalek mencatat bahwa wilayah di pesisir selatan Jawa Timur ini telah menjadi tempat hunian manusia sejak zaman prasejarah, jauh sebelum lahirnya kerajaan-kerajaan besar di Nusantara.

Bukti arkeologis menunjukkan manusia purba hidup secara nomaden dengan berburu dan meramu di kawasan yang kini dikenal sebagai Trenggalek.

 

Sejumlah temuan alat batu seperti kapak genggam dan serpih di daerah Watu Watulimo dan Dongko memperkuat bukti kehidupan manusia prasejarah di Trenggalek.

Kehidupan mereka umumnya berlangsung di tepi sungai dan lembah subur, memanfaatkan kondisi geografis Trenggalek yang berupa dataran rendah serta pegunungan sebagai tempat bertahan hidup.

Seiring waktu, masyarakat prasejarah ini mulai mengenal teknik bercocok tanam sederhana yang menjadi fondasi awal peradaban Trenggalek.

 

Jejak Kebudayaan Megalitikum di Trenggalek

Memasuki masa megalitikum, Trenggalek berkembang sebagai kawasan budaya yang cukup maju.

Hal ini ditandai dengan ditemukannya dolmen, menhir, meja batu, dan batu kubur di wilayah Kampak dan Munjungan.

Peninggalan megalitik tersebut menunjukkan bahwa masyarakat telah mengenal sistem kepercayaan, ritual pemujaan leluhur, serta kehidupan sosial yang lebih terorganisir.

 

Kehadiran situs-situs megalitikum menegaskan bahwa Trenggalek telah menjadi pusat spiritual dan budaya di Jawa Timur Selatan jauh sebelum pengaruh kerajaan besar masuk.

Struktur sosial mulai terbentuk dengan adanya pemimpin ritual dan kepala suku yang berperan penting dalam kehidupan masyarakat.

 

Pengaruh Hindu Buddha dan Masa Majapahit

Sejarah Trenggalek kemudian memasuki fase baru ketika pengaruh Hindu Buddha mulai masuk bersamaan dengan berkembangnya kerajaan-kerajaan Jawa seperti Kanjuruhan dan Kediri.

Sejumlah arca dan relief yang menggambarkan dewa-dewi Hindu serta kisah Ramayana dan Mahabharata menjadi bukti kuat masuknya kebudayaan Hindu Buddha.

 

Pada abad ke-13 hingga ke-15, Trenggalek menjadi bagian dari wilayah kekuasaan Kerajaan Majapahit.

Sebagai daerah strategis di pesisir selatan, Trenggalek berfungsi sebagai penyangga dan pemasok sumber daya alam, terutama kayu dan hasil pertanian.

Administrasi pemerintahan mulai tertata, seni dan sastra berkembang, serta tradisi Hindu tetap mengakar kuat di masyarakat.

 

Legenda Menak Sopal dan Bendungan Bagong

Legenda Menak Sopal menjadi bagian tak terpisahkan dari sejarah Trenggalek.

Tokoh ini diyakini sebagai bangsawan sakti yang pertama membuka wilayah Trenggalek yang masih berupa hutan lebat dan sungai liar.

Menak Sopal dikenal berhasil membendung aliran Kalingasinan dengan membangun Bendungan Bagong.

 

Bendungan ini memiliki peran penting dalam mengendalikan banjir sekaligus mengairi lahan pertanian.

Dalam kepercayaan lokal, pembangunan Bendungan Bagong tidak lepas dari bantuan makhluk gaib dan ilmu kanuragan.

Kisah ini mengajarkan nilai harmoni antara manusia dan alam sebagai dasar terbentuknya peradaban Trenggalek.

 

Trenggalek sebagai Kadipaten dan Masuknya Islam

Pada akhir abad ke-16, Trenggalek resmi berdiri sebagai kadipaten di bawah Kesultanan Mataram Islam.

Kepemimpinan lokal dipimpin oleh adipati yang juga berperan sebagai pelindung agama.

Islam berkembang pesat melalui peran ulama dan pesantren, namun tetap berpadu dengan tradisi lokal yang telah mengakar.

 

Masa Kolonial hingga Kemerdekaan

Memasuki abad ke-17, Trenggalek berada di bawah pengaruh VOC dan kemudian pemerintahan kolonial Hindia Belanda.

Eksploitasi sumber daya alam, tanam paksa, dan monopoli perdagangan menjadi bagian pahit dalam sejarah Trenggalek.

Meski demikian, perlawanan rakyat terus muncul dipimpin oleh tokoh adat dan ulama.

 

Pendudukan Jepang pada 1942–1945 membawa penderitaan melalui kerja paksa romusha, namun juga membangkitkan semangat nasionalisme.

Setelah Proklamasi 1945, masyarakat Trenggalek turut mempertahankan kemerdekaan hingga akhirnya pada 1950 Trenggalek resmi ditetapkan sebagai kabupaten.

 

Trenggalek Modern dan Pelestarian Budaya

Kini, Kabupaten Trenggalek berkembang sebagai daerah dengan potensi wisata alam dan budaya yang besar.

Pantai Prigi, Pantai Pelang, tradisi larung sembonyo, serta kesenian jaranan Turonggo Yakso menjadi identitas yang terus dijaga.

Sejarah panjang Trenggalek menjadi fondasi kuat bagi masyarakat untuk melangkah maju tanpa melupakan akar budayanya.

Editor : Ingge Nayla Ayu Karina
#sejarah trenggalek #kabupaten trenggalek #Menak sopal #bendungan bagong #Asal Usul Trenggalek