Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Cerita Sukamdi, ASN Kecamatan Dongko Trenggalek yang Terluka Tertimpa Genting Saat Gempa, Langkah Penyelamatan Berujung Petaka, Pilih Kembali Kerja

Zaki Jazai • Rabu, 28 Januari 2026 | 13:11 WIB
Suasana kantor Kecamatan Dongko setelah terjadi gempa yang membuat genteng rontok, Rabu (28/1/2026).
Suasana kantor Kecamatan Dongko setelah terjadi gempa yang membuat genteng rontok, Rabu (28/1/2026).

TRENGGALEK- Kendati tidak mengakibatkan korban jiwa, gempa bumi yang terjadi pada Selasa (27/1/2026) kemarin mengakibatkan ketakutan bagi masyarakat.

Itu seperti yang dialami Sukamdi, salah satu Aparatur Sipil Negara (ASN) Kecamatan Dongko Trenggalek yang menjadi korban. Untung saja luka yang dialami bersama dua orang rekannya tak terlalu parah.

Pagi itu, Selasa (27/1/2026), Sukamdi masih duduk di meja pelayanan Kantor Kecamatan Dongko Trenggalek.

Sejumlah warga tengah mengurus keperluan administrasi, suasana berjalan seperti biasa. Hingga tiba-tiba, getaran kuat mengguncang bangunan.

Ya, saat itu gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,7 yang terjadi sekitar pukul 08.20 membuat Sukamdi dan seluruh penghuni kantor panik.

Dia bersama warga yang sedang dilayani langsung berlari keluar gedung untuk menyelamatkan diri.

Namun, langkah penyelamatan itu justru berujung petaka. Genting teras Kantor Kecamatan Dongko runtuh dan menimpa beberapa orang yang sedang berusaha keluar, termasuk Sukamdi.

“Saat itu saya ada di pelayanan, ada masyarakat yang sedang mengurus pelayanan. Tiba-tiba terjadi gempa, getarannya sangat kuat. Kami langsung lari keluar, tiba-tiba genting runtuh dan menyebabkan tiga orang luka ringan,” ujar Sukamdi saat ditemui, Rabu (28/1/2026).

Sukamdi, salah satu Aparatur Sipil Negara (ASN) Kecamatan Dongko Trenggalek yang menjadi korban.
Sukamdi, salah satu Aparatur Sipil Negara (ASN) Kecamatan Dongko Trenggalek yang menjadi korban.

Sukamdi yang menjabat sebagai Pengadministrasi Perkantoran Seksi Perekonomian dan Pembangunan Kecamatan Dongko mengalami luka terbuka di bagian paha akibat tertimpa runtuhan genting.

Dua korban lainnya masing-masing seorang ASN perempuan yang mengalami luka di bagian dahi, serta seorang mahasiswa magang yang tertimpa di bagian kepala dan merasakan nyeri.

Meski terluka, Sukamdi memilih tetap kembali bekerja setelah mendapat perawatan medis di Puskesmas setempat.

“Lanjut kerja, lukanya ringan dan sudah diobati. Kasihan kalau masyarakat yang sudah datang tidak terlayani,” jelasnya.

Menurut Sukamdi, kejadian gempa kali ini merupakan yang pertama menimbulkan kerusakan fisik di Kantor Kecamatan Dongko. Meski demikian, ia memastikan kerusakan yang terjadi tergolong ringan dan tidak mengganggu operasional pelayanan.

“Baru kali ini gempa sampai merusak kantor. Tapi kerusakannya ringan, jadi pelayanan tetap berjalan,” pungkasnya.

Sebagaimana diketahui, gempa bumi magnitudo 5,7 mengguncang wilayah selatan Jawa Timur pada Selasa (27/1/2026) pagi.

Berdasarkan data BMKG, pusat gempa berada di koordinat 8,14 Lintang Selatan dan 111,33 Bujur Timur, sekitar 25 kilometer timur laut Pacitan, dengan kedalaman 105 kilometer dan tidak berpotensi tsunami.

“Semoga gempa seperti ini tidak lagi terjadi, dan masyarakat merasa aman,“ jelas Sukamdi. (*)

Editor : Didin Cahya Firmansyah
#gempa pacitan #trenggalek