Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Lima Rumah Warga Karanganom Trenggalek Porak Poranda, BMKG Peringatkan Angin Kencang Masih Terjadi Beberapa Hari ke Depan

Zaki Jazai • Kamis, 29 Januari 2026 | 09:05 WIB
Kondisi rumah warga di Desa Karanganom, Kecamatan Durenan, Kecamatan Trenggalek, yang rusak akibat terkena angin kencang, Rabu (28/1/2026).
Kondisi rumah warga di Desa Karanganom, Kecamatan Durenan, Kecamatan Trenggalek, yang rusak akibat terkena angin kencang, Rabu (28/1/2026).

TRENGGALEK – Warga Bumi Menak Sopal wajib waspada akan terjadinya angin kencang di beberapa daerah ke depan. Pasalnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi terkait potensi angin kencang masih terjadi.

Buktinya, hembusan angin berkecepatan tinggi merusak sedikitnya lima rumah warga di Desa Karanganom, Kecamatan Durenan, Kabupaten Trenggalek, Rabu (28/1/2026) sore.

Berdasarkan informasi yang didapat Jawa Pos Radar Trenggalek ini di lokasi, angin kencang yang datang secara tiba-tiba tersebut menerjang pemukiman warga sekitar pukul 15.00.

Akibatnya, sejumlah atap rumah terangkat hingga menyebabkan kerusakan pada bagian bangunan di bawahnya.

Diketahui angin kencang berhembus dari arah utara dengan kekuatan tidak biasa.

“Anginnya dari utara kencang, lalu seperti berputar kembali ke arah utara,” ujar seorang warga RT 15 RW 03 Desa Karanganom, Khoiriyah.

Dia menyebut, atap rumahnya yang terbuat dari asbes mengalami kerusakan akibat terpaan angin. Kondisi serupa juga dialami rumah warga lain di sekitarnya.

“Rumah tetangga atapnya terangkat, tembok di bawahnya jadi goyang dan akhirnya roboh,” jelasnya.

Hal yang tidak jauh berbeda disampaikan warga lain, Juwanik.

Dia mengatakan peristiwa tersebut berlangsung sangat singkat, namun daya rusaknya cukup besar.

“Tidak sampai lima menit. Angin langsung berhembus, berputar-putar membawa sampah dan material lain. Saat itu hanya gerimis, belum hujan,” kata Juwanik.

Meski terjadi dalam waktu singkat, kekuatan angin mengakibatkan kerusakan signifikan pada sedikitnya lima rumah warga.

Baca Juga: Reklame Bulanan di Trenggalek Jadi PR BKKPD untuk Lakukan Evaluasi Target Pendapatan

Beruntung, tidak ada laporan korban jiwa dalam kejadian tersebut. “ Semoga saja hal seperti ini tidak terjadi lagi,“ imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Tim Kerja Meteorologi BMKG Juanda, Andri Wijaya menjelaskan, BMKG telah mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem berupa angin kencang di wilayah Trenggalek dan sekitarnya.

Kondisi ini dipicu aktivitas siklon tropis Luana yang mempengaruhi wilayah selatan Jawa Timur sejak Jumat (24/1/2026).

Kecepatan angin di wilayah Trenggalek dalam beberapa hari terakhir tergolong tinggi dan masih berpotensi berlanjut.

“Kecepatan angin dapat mencapai 45 kilometer per jam. Bahkan di beberapa wilayah berada di atas 35 knot atau sekitar 50 hingga 60 kilometer per jam, sehingga tergolong cukup kencang,” jelasnya Andri, Kamis (29/1/2026) melalui sambungan telepon.

BMKG mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi angin kencang dalam beberapa hari ke depan, terutama bagi warga yang tinggal di wilayah terbuka dan rawan bencana, serta menghindari aktivitas di sekitar bangunan rapuh, baliho, dan pepohonan besar saat angin bertiup kencang.

“Tetap waspada dan selalu pantau prakiraan cuaca yang kami infokan melalui laman resmi,“ tegasnya.(jaz/din)

Editor : Didin Cahya Firmansyah
#Peristiwa #bencana #angin puting beliung #trenggalek #update