Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Atasi Banjir Perlu Koordinasi Berbagai Pihak

Fatra Aditya • Rabu, 4 Februari 2026 | 14:00 WIB

Siap hadapi banjir dengan tips sederhana ini! Waspada, siap, dan aman!
Siap hadapi banjir dengan tips sederhana ini! Waspada, siap, dan aman!
Penanganan Banjir di Trenggalek Perlu Perhatikan Karakteristik Wilayah.

KOTA, Radar Trenggalek - Penanganan banjir di Kabupaten Trenggalek membutuhkan program jangka panjang yang tidak hanya bergantung pada perbaikan drainase.

Faktor geografis, kondisi sungai, serta keterbatasan anggaran menjadi tantangan utama dalam upaya pengendalian banjir di sejumlah wilayah.

Kepala Bidang Drainase, Air Limbah, Persampahan dan Pengembangan Permukiman, Dinas Permukiman, Kawasan Permukiman dan Perhubungan (Disperkimhub) Kabupaten Trenggalek, Apri Nanang Setiawan, menjelaskan bahwa pemahaman terhadap karakter banjir menjadi penting dalam menentukan pola penanganan, beda dengan penanganan genangan air.

“Kalau banjir itu skalanya luas, besar, dan surutnya biasanya lama, Jadi penangannya perlu disesuaiakan dengan karakteristik wilayahnya. Kalau genangan, air seharusnya bisa dialirkan tapi terhambat,” ujar Apri Nanang Setiawan.

Ia mencontohkan kondisi di wilayah Kelurahan Kelutan yang rawan genangan akibat luapan sungai.

Lokasi permukiman yang berada di kawasan rendah menyebabkan air buangan tidak dapat mengalir saaat debit sungai meningkat.

Kondisi tersebut membuat penanganan banjir membutuhkan perencanaan yang lebih kompleks.

Selain di wilayah Kelurahan Kelutan, Apri juga menyoroti wilayah Kelurahan Sumbergedong yang sering menjadi langganan banjir dalam sepuluh tahun terkahir.

Apri menyebut seharusnya wilayah Sumbergedong tersebut air bisa dialurkan langsung ke badan air seperti sungai sehingga tidak terjadi banjir.

Namun, berdasarkan observasi ada fakor tertentu yang menyebabkan genangan air di wilayah tersebut tidak dapat dialirkan ke badan air, ia menyebut salah satu faktornya adalah bangunan liar.

“di situ kan sebenarnya air masih bisa dialirkan ke badan air, tapi karena ada suatu hal jadi tidak bisa, salah satunya bangunan liar, yang kemungkinan nantinya bakal ditertibkan” jelasnya.

Dia membandingkan upaya pengendalian banjir di kota besar seperti Surabaya yang membangun rumah pompa dengan anggaran besar.

Menurutnya, keterbatasan kapasitas anggaran daerah menjadi salah satu faktor yang membatasi penerapan teknologi serupa di Trenggalek.

“Kalau di Surabaya itu bangun rumah pompa, anggarannya luar biasa. Kalau di sini, proyek satu milayr dua milyar itu sudah besar,” kata Apri.

Ia menambahkan, penanganan banjir di Trenggalek tidak hanya memerlukan pembangunan infrastruktur, tetapi juga studi teknis dan perencanaan jangka panjang agar solusi yang diambil sesuai dengan karakter wilayah. (tra)

Editor : Adinda Putri Sefiana
#banjir #trenggalek #penanganan banjir