KOTA, Radar Trenggalek – Aktivitas jual beli di pasar tradisional masih berlangsung meski jumlah pengunjung tidak seramai beberapa tahun lalu.
Kondisi ini dirasakan langsung oleh pedagang baju yang menggantungkan penghasilan harian dari pembeli pasar.Deretan kios pakaian tetap buka sejak pagi hari dengan harapan ada pembeli yang datang.
Sebagian pedagang mengaku tetap berjualan penuh meski omzet belum menunjukkan peningkatan signifikan.
Salah satu pedagang baju di pasar Basah Trenggalek, Khoir, mengatakan tidak setiap hari ramai dengan pembeli.
Menurutnya, kondisi tersebut dirasakannya semenjak terjadinya kebakaran Pasar PON pada tahun 2018 silam dan diperparah dengan adanya virus Covid-19 yang melumpuhkan aktivitas semua aktivitas masyarakat termasuk aktivitas jual-beli di pasar.
“Sekarang yan gini, gak setiap hari ramai, pembeli ada tapi ya gak seberapa dibanding dengan yang dulu,” ungkapnya.
Khoir juga menjelaskan bahwa pada musim-musim tertentu kiosnya masih ramai akan pembeli.
Salah satunya menjelang hari raya Idul Fitri, dirinya mengaku pada waktu tersebut masih banyak konsumen yang datang ke kiosnya untuk mencari baju.
“kalau ramai-ramainya biasanya mendekati hari besar seperti menjelang idul fitri, itu kan banyak yang cari baju,” ujarnya
Ketika ditanya mengenai omzet, dia menjelaskan bahwa saat musim ramai konsumen ia bisa mendapatkan omzet 1 juta hingga 1,5 juta per harinya.
Namun, Khoir juga menjelaskan apabila di musim sepi konsumen ia hanya mensyukuri berapa pun omzet yang dia dapatkan.
“untuk omzet sendiri, kalau ramai bisa 1 juta sampai 1,5 juta, kalau hari biasa ya gini, di syukuri aja setiap ada yang beli,” jelasnya.
mengaku tidak membuka lapak penjualan secara daring meskipun saat ini tren belanja masyarakat semakin bergeser ke platform online.
Ia memilih tetap fokus berjualan di kios pasar tradisional karena merasa lebih sesuai denganya. “Enggak mas, kalau saya di sini aja (pasar), nggak buka online,” pungkasnya. (tra)
Editor : Adinda Putri Sefiana