Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Terpencil Tapi Menawan, Kampung Burat Ngawi di Lereng Gunung Lawu Ternyata Punya Panorama Bak Vila Mewah

Ingge Nayla Ayu Karina • Rabu, 4 Februari 2026 | 12:00 WIB
Kampung Burat Ngawi di lereng Gunung Lawu hanya dihuni 4 KK dengan panorama alam indah, air jernih, dan suasana slow living.
Kampung Burat Ngawi di lereng Gunung Lawu hanya dihuni 4 KK dengan panorama alam indah, air jernih, dan suasana slow living.

 

TRENGGALEK - Kampung Burat Ngawi menjadi salah satu perkampungan paling terpencil sekaligus mengejutkan di lereng Gunung Lawu sisi utara Kabupaten Ngawi.

Meski akses menuju Kampung Burat Ngawi terbilang sulit dan sempit, keindahan alam serta kualitas hidup warganya justru membuat siapa pun terpukau.

Baca Juga: Sejarah Menak Sopal Trenggalek: Keturunan Majapahit, Kisah Buaya Putih Sungai Bagong, hingga Legenda Bendungan Bagong yang Tak Pernah Roboh Lagi

Kampung Burat Ngawi berada di Desa Candi Mulyo, Kecamatan Jogorogo, Kabupaten Ngawi.

Lokasinya tersembunyi di kawasan pegunungan dengan jalur jalan kecil yang sebagian besar belum beraspal.

 

Meski terpencil, Kampung Burat Ngawi belakangan menarik perhatian publik setelah diulas dalam sebuah video perjalanan.

Banyak warganet yang tak menyangka masih ada kampung dengan panorama alami dan kehidupan setenang ini di Ngawi.

 

Akses Sulit Menuju Kampung Burat Ngawi

Perjalanan menuju Kampung Burat Ngawi membutuhkan perjuangan ekstra.

Dari pusat Kecamatan Jogorogo, jarak tempuh sekitar tujuh kilometer dengan kondisi jalan yang terus menyempit menjelang lokasi.

 

Di beberapa titik, jalan hanya cukup dilewati satu kendaraan roda dua.

Di sisi jalan terdapat jurang, parit, serta rimbunan bambu yang menambah kesan ekstrem dan menegangkan.

 

Meski demikian, sepanjang perjalanan pengunjung akan disuguhi pemandangan Gunung Lawu yang memesona.

Jalur ini juga satu arah dengan akses menuju Air Terjun Srambang, destinasi wisata unggulan Kecamatan Jogorogo.

 

Hanya Dihuni Empat Kepala Keluarga

Sesampainya di lokasi, Kampung Burat Ngawi memberikan kejutan besar.

Kampung ini ternyata hanya dihuni oleh empat kepala keluarga yang masih memiliki hubungan kekerabatan.

 

Jumlah penduduk yang sangat sedikit membuat suasana kampung terasa sunyi dan damai.

Tak ada hiruk pikuk kendaraan maupun kebisingan khas perkotaan.

 

Warga Kampung Burat Ngawi sebagian besar bekerja sebagai petani.

Mereka menanam padi, jagung, singkong, serta berbagai jenis buah seperti durian, jeruk, mangga, dan pakel.

 

Air Jernih Langsung dari Sumber Mata Air

Salah satu keunggulan Kampung Burat Ngawi adalah ketersediaan air bersih sepanjang tahun.

Air di kampung ini berasal langsung dari sumber mata air pegunungan.

 

Warga memanfaatkan aliran sungai jernih untuk mencuci dan kebutuhan harian lainnya.

Sementara untuk air minum, kampung ini telah terhubung dengan program Pamsimas.

 

Kondisi air yang bening dan melimpah menjadi bukti masih terjaganya kelestarian alam di sekitar Kampung Burat Ngawi.

 

Rumah Warga Rasa Vila Pegunungan

Hal lain yang mencuri perhatian adalah kondisi rumah warga.

Meski berada di kampung terpencil, rumah-rumah di Kampung Burat Ngawi tergolong bagus, bersih, dan tertata rapi.

 

Beberapa rumah bahkan memiliki pemandangan langsung ke lembah dan jajaran gunung di kejauhan.

Tak sedikit yang menyebut rumah warga di sini memiliki nuansa vila pegunungan.

 

Dari beberapa titik, pengunjung dapat melihat Gunung Wilis dan wilayah Ponorogo saat cuaca cerah.

Pemandangan matahari terbit dan terbenam menjadi daya tarik tersendiri.

 

Potensi Wisata Slow Living

Dengan panorama alam yang indah dan suasana tenang, Kampung Burat Ngawi dinilai memiliki potensi besar sebagai wisata slow living.

Konsep wisata ini cocok bagi mereka yang ingin menjauh sejenak dari kesibukan kota.

 

Meski aksesnya belum memadai untuk kendaraan roda empat, warga dan pengamat menilai kawasan ini layak dikembangkan secara bertahap.

Pengembangan tetap diharapkan tidak merusak kelestarian alam dan ketenangan kampung.

Baca Juga: Hujan Guyur Trenggalek, Jalur Kampak-Gandusari Terendam hingga Rumah Terendam

Kampung Burat Ngawi menjadi bukti bahwa keterbatasan akses tidak selalu identik dengan ketertinggalan.

Di balik keterpencilan, tersimpan keindahan alam, kearifan lokal, serta kualitas hidup yang jarang ditemukan di wilayah urban.

Editor : Ingge Nayla Ayu Karina
#Kampung Burat Ngawi #kampung terpencil #Desa Candi Mulyo #Wisata Jogorogo #Gunung Lawu Ngawi