Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Kampung Burat Ngawi Viral di TikTok, Desa Terpencil di Lereng Gunung Lawu Ini Cuma Dihuni 4 KK: Akses Jalan Sempit Tapi View-nya Kayak Villa!

Natasha Eka Safrina • Rabu, 4 Februari 2026 | 13:50 WIB

Kampung Burat Ngawi viral di TikTok! Cuma 4 KK, akses jalan sempit dekat jurang, tapi pemandangannya indah bak vila di Gunung Lawu.
Kampung Burat Ngawi viral di TikTok! Cuma 4 KK, akses jalan sempit dekat jurang, tapi pemandangannya indah bak vila di Gunung Lawu.

NGAWI - Kampung Burat Ngawi viral di TikTok setelah diulas kanal YouTube Jejak Richard. Kampung kecil yang berada di lereng Gunung Lawu sisi utara ini disebut sebagai salah satu permukiman paling terpencil di Kabupaten Ngawi. Meski akses jalannya sempit dan belum sepenuhnya dibangun, pemandangan alamnya justru membuat banyak orang terpukau.

Dalam video tersebut, kreator menyebut Kampung Burat berada di wilayah Desa Candi Mulyo, Kecamatan Jogorogo, Kabupaten Ngawi. Dari pusat Kecamatan Jogorogo, jaraknya sekitar 7 kilometer. Sepanjang perjalanan, penonton diajak melewati jalan yang relatif halus sambil menikmati panorama Gunung Lawu yang disebut “amazing”.

Menariknya, rute menuju Kampung Burat Ngawi viral di TikTok ini masih satu jalur dengan akses menuju wisata Air Terjun Srambang, salah satu destinasi andalan Jogorogo. Namun setelah masuk wilayah Desa Candi Mulyo, perjalanan mulai menantang karena petunjuk arah menuju kampung ini tidak begitu jelas, sehingga rombongan sempat kebingungan mencari jalur yang tepat.

Baca Juga: Wisata Danau Toba Makin Lengkap, Menginap di Rumah Pohon hingga Kano dan Desa Adat Batak Jadi Daya Tarik Baru

Akses Jalan ke Kampung Burat: Sempit, Dekat Jurang, Bikin Deg-degan

Kreator kemudian bertanya kepada warga sekitar untuk memastikan jalur menuju Kampung Burat. Dari penjelasan warga, akses menuju kampung ini memang belum semuanya beraspal. Bahkan menjelang 1 kilometer sebelum sampai lokasi, jalan berubah menjadi sangat sempit.

Di sisi jalan terdapat parit dan jurang yang membuat perjalanan terasa menegangkan. Suasana makin terasa “seram” karena banyak pohon bambu di sekitar jalur, sehingga kreator membayangkan bagaimana kondisi jalan jika dilalui malam hari.

Meski begitu, rasa was-was tersebut perlahan berubah ketika rombongan mulai memasuki area kampung. Dari titik tertentu, terlihat hamparan dataran dengan panorama terbuka. Ada pula pohon durian yang disebut sudah tidak berbuah karena kemungkinan habis panen.

Kampung Burat Ternyata Asri, Bukan Menyeramkan Seperti Dugaan Awal

Kreator mengaku awalnya membayangkan Kampung Burat sebagai kampung terpencil yang tertinggal dan terkesan menyeramkan. Namun kenyataannya, kampung ini justru terlihat asri dan indah.

Baca Juga: Menginap di Rumah Pohon Tepi Danau Toba, Sensasi Wisata Alam, Kano Pagi, hingga Jelajah Budaya Batak yang Jarang Diketahui

Salah satu hal yang langsung mencuri perhatian adalah sumber air yang sangat jernih. Warga menyebut air tersebut berasal langsung dari mata air. Bahkan aktivitas sehari-hari seperti mencuci dilakukan di aliran sungai karena airnya bening dan mengalir sepanjang tahun.

Untuk kebutuhan air minum, warga juga sudah menggunakan fasilitas Pamsimas. Ini menunjukkan meski terpencil, Kampung Burat tetap punya akses layanan dasar yang cukup baik.

Dalam obrolan dengan warga, kreator juga mendapat informasi menarik: Kampung Burat saat ini hanya dihuni sekitar 4 kepala keluarga (KK). Karena jumlah penduduknya sedikit, kampung ini terasa sangat sepi dan damai.

Cuma 4 KK, Kampung Burat Jadi Spot “Slow Living” yang Dicari Banyak Orang

Kreator menyebut Kampung Burat sangat cocok untuk orang-orang yang merindukan suasana desa yang tenang, udara segar, dan jauh dari hiruk-pikuk kota. Kampung ini bahkan direkomendasikan untuk wisatawan yang ingin mencoba konsep slow living.

Meski perlu perjuangan untuk sampai ke lokasi, suasana yang didapat dianggap sepadan. Alamnya masih terjaga, air mengalir sepanjang tahun, dan berbagai tanaman tumbuh subur.

Warga menyebut banyak buah-buahan yang bisa ditemukan di kampung ini, mulai dari durian hingga tanaman lain seperti pakel. Tanah yang subur membuat kampung ini memiliki potensi besar, bahkan sempat muncul harapan agar akses jalannya bisa dibangun lebih baik sehingga kendaraan seperti mobil bisa masuk dengan lebih mudah.

Baca Juga: Menginap di Rumah Pohon Tepi Danau Toba, Sensasi Wisata Alam, Kano Pagi, hingga Jelajah Budaya Batak yang Jarang Diketahui

Rumah Warga Bagus-Bagus, View-nya Disebut Seperti Vila

Hal lain yang membuat penonton kaget adalah kondisi rumah warga. Kreator berkali-kali menyebut rumah-rumah di Kampung Burat terlihat bagus, bersih, dan rapi. Bahkan salah satu rumah warga bernama Ibu Sukini disebut “rasanya seperti vila” karena bangunannya nyaman dan berada di tengah pemandangan alam yang indah.

Setelah itu, kreator juga mampir ke rumah Mas Anang yang disebut berada di bagian paling barat kampung. Dari lokasi rumah tersebut, pemandangan semakin terbuka. Warga menyebut pada waktu tertentu, terutama pagi hari, panorama gunung-gunung di kejauhan bisa terlihat lebih jelas. Bahkan disebut bisa melihat Gunung Wilis dan kawasan sekitar Ponorogo dari kejauhan jika cuaca cerah.

Menurut penuturan warga, sebagian besar mata pencaharian penduduk Kampung Burat adalah bertani. Mereka menanam padi, jagung, ketela, serta berbagai tanaman buah. Namun karena akses yang sulit, aktivitas jual beli biasanya dilakukan ke bawah kampung atau ke area yang lebih ramai.

Di akhir video, kreator menutup perjalanan dengan pesan sederhana: hidup itu indah, tinggal bagaimana manusia mensyukuri dan menikmatinya. Kampung Burat pun menjadi bukti bahwa tempat terpencil tidak selalu identik dengan keterbatasan—justru bisa menyimpan ketenangan dan panorama yang jarang ditemukan di kota.

Editor : Natasha Eka Safrina
#Kampung Burat Ngawi #Desa Candi Mulyo