KARANGANYAR - Video blusukan YouTuber Tri dari kanal Desaku Istimewa kembali menyita perhatian warganet. Kali ini, ia menelusuri sebuah kampung yang disebut berada di lereng Gunung Lawu, dengan pemandangan hijau, udara dingin, dan suasana yang jauh dari polusi. Lokasi yang dikunjungi adalah Dusun Belombang, kawasan Tawangmangu, yang digambarkan sangat rapi, bersih, dan subur.
Dalam tayangan tersebut, suasana kampung sudah terlihat sejak pagi buta. Sang kreator menyebut dirinya memulai perjalanan sekitar pukul 05.40, saat matahari baru mulai terbit. Sepanjang perjalanan, ia dibuat takjub karena hampir semua sudut desa tampak tertata, gang-gang bersih, dan jalanan mulus meski ukurannya sempit.
Tak sedikit penonton yang kemudian menyebut kampung ini sebagai salah satu contoh “desa impian” di lereng gunung. Selain karena pemandangan Gunung Lawu yang memanjakan mata, aktivitas warga yang masih lekat dengan pertanian membuat video ini terasa hangat dan dekat dengan kehidupan pedesaan yang sesungguhnya.
Kampung di Lereng Gunung Lawu yang Bersih dan Jalannya Mulus
Hal yang paling disorot dalam video adalah kondisi infrastruktur desa. Tri berkali-kali menekankan bahwa jalan kampung di Dusun Belombang terlihat sudah beraspal, mulus, dan nyaris tidak ditemukan jalan rusak.
“Semua jalanannya mulus dan rapi pokoknya. Salut saya,” ucapnya dalam video, sambil memperlihatkan gang sempit yang tetap bersih tanpa sampah.
Kesan rapi itu semakin kuat karena rumah-rumah warga berada di antara hamparan lahan pertanian. Dari satu sudut ke sudut lain, yang terlihat adalah tanaman sayuran, perkebunan kecil, serta udara sejuk khas dataran tinggi.
Panen Brokoli hingga Wortel, Lahan Tumpang Sari Jadi Andalan
Selain jalan mulus, video ini juga menampilkan kehidupan petani yang sedang memanen hasil kebun. Salah satu momen yang menarik perhatian adalah ketika Tri menyapa warga yang sedang panen brokoli.
“Panen brokoli to niki?” tanyanya. Warga pun menjawab singkat sambil tetap bekerja di lahan sayuran.
Tak hanya brokoli, lahan pertanian di kawasan itu juga ditanami berbagai jenis sayuran secara tumpang sari. Dalam pengamatannya, satu petak lahan bisa berisi buncis, cabai, sawi, brokoli, bawang merah, hingga tanaman berbunga kuning yang belum ia kenali.
Tri juga memperlihatkan kol yang tampak segar serta beberapa titik kebun yang menunjukkan betapa suburnya tanah di lereng Gunung Lawu. Menurutnya, desa ini bukan hanya indah untuk dilihat, tetapi juga “hidup” karena warganya benar-benar menggantungkan aktivitas pada pertanian sayur.
Rumah di Tengah Kebun, View Gunung Lawu Jadi Halaman Belakang
Momen lain yang membuat penonton terpikat adalah ketika Tri menemukan rumah warga yang berada paling atas di kawasan tersebut. Rumah itu disebut berada tepat di tengah-tengah lahan sayuran, sehingga kanan-kiri, depan-belakang rumah adalah kebun.
“Ini adalah rumah yang paling atas nih. Berada persis di lereng Gunung Lawu,” ujarnya.
Ia juga menyebut salah satu rumah warga memiliki pemandangan Gunung Lawu langsung dari belakang rumah. Pemandangan itu membuat suasana kampung terasa sangat alami, cocok untuk jalan pagi sambil olahraga dan menghirup udara bersih.
Tak heran jika dalam video tersebut Tri menyebut dirinya betah berada di lokasi itu. Ia menggambarkan suasana desa sebagai tempat yang tenang, asri, subur, sekaligus nyaman untuk ditinggali.
Disebut Mirip Luar Negeri, Warganet Diajak Tebak Lokasinya
Menariknya, sang kreator sempat melempar pertanyaan kepada penonton. Ia meminta warganet menilai kampung tersebut mirip daerah atau negara mana, karena pemandangannya dinilai tidak biasa untuk ukuran kampung di lereng gunung.
Di akhir video, ia juga memberi bocoran bahwa perjalanan blusukan berikutnya akan berlanjut ke Desa Gondosuli, masih di wilayah Kecamatan Karanganyar. Video pun ditutup dengan ucapan terima kasih kepada penonton dan ajakan untuk berlangganan kanalnya agar tidak ketinggalan konten berikutnya.
Dengan perpaduan suasana desa yang bersih, jalan mulus, serta aktivitas panen sayuran seperti brokoli dan wortel, Dusun Belombang Tawangmangu di lereng Gunung Lawu sukses mencuri perhatian dan menjadi perbincangan warganet.
Editor : Natasha Eka Safrina