KARANGANYAR - Nama Desa Gondosuli Tawangmangu mendadak ramai dibicarakan setelah video blusukan dari YouTuber Tri di kanal Desaku Istimewa beredar luas. Dalam tayangan tersebut, Tri mengajak penonton menyusuri kampung yang disebut sebagai desa tertinggi di lereng Gunung Lawu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Bukan hanya pemandangannya yang memanjakan mata, kondisi pemukiman dan kebun sayuran di desa ini juga membuat warganet terpukau.
Tri menyebut Desa Gondosuli berada di dataran tinggi dengan ketinggian sekitar 1.500 meter di atas permukaan laut (mdpl). Lokasinya yang berada di lereng Gunung Lawu membuat suasana desa terasa sejuk, asri, sekaligus subur. Tak heran jika mayoritas warga di sana menggantungkan hidup sebagai petani sayur.
Sejak awal video, Tri menekankan bahwa daya tarik Desa Gondosuli bukan sekadar panorama alam. Ia juga menyoroti penataan gang permukiman yang rapi, jalan kampung yang tertata, serta kebun sayuran yang menyatu dengan rumah-rumah warga. “Pokoknya rasanya enggak mau pulang,” ucapnya, menggambarkan kenyamanan suasana pedesaan Tawangmangu.
Desa Gondosuli Tawangmangu: Kampung Tinggi yang Indah dan Subur
Dalam narasinya, Tri menggambarkan Desa Gondosuli sebagai desa yang “sempurna”. Selain bersih dan tertata, lahan pertanian di desa ini tampak produktif. Sayuran tumbuh subur di hampir setiap sisi permukiman. Dari depan rumah hingga belakang rumah, terlihat hamparan kebun yang menjadi sumber penghidupan warga.
Tri juga menyebut pemandangan di desa ini begitu khas karena kebun-kebun sayuran berada di sela-sela rumah penduduk. Kombinasi pemukiman yang rapi dan lahan pertanian yang hijau membuat siapa pun betah berlama-lama.
Tak hanya itu, beberapa rumah warga terlihat cukup mewah. Hal ini menjadi sorotan tersendiri karena kontras dengan suasana pedesaan yang identik dengan rumah sederhana. Namun bagi Tri, kondisi itu justru menunjukkan bahwa pertanian sayur di dataran tinggi bisa menjadi sumber ekonomi yang menjanjikan.
Dekat Air Terjun Jumog Sewu, Aksesnya Tidak Terlalu Jauh
Video tersebut juga memuat informasi jarak Desa Gondosuli dengan sejumlah titik populer di Tawangmangu. Tri menyebut Desa Gondosuli berjarak sekitar 6 kilometer dari Air Terjun Jumog Sewu, dengan waktu tempuh sekitar 14 menit menggunakan mobil.
Sementara itu, jarak dari Kota Karanganyar menuju Desa Gondosuli disebut sekitar 18 kilometer, dengan waktu tempuh sekitar 38 menit menggunakan motor. Informasi ini membuat banyak penonton semakin tertarik karena desa yang berada di lereng Gunung Lawu ternyata masih cukup mudah dijangkau.
Terdiri dari 9 Dusun, Tri Blusukan ke Tegalrejo hingga Banaran
Tri juga menjelaskan bahwa Desa Gondosuli terdiri dari sembilan dusun, yakni Dusun Banaran, Bul Rejo, Gondosuli, Gondosuli Lor, Gondosuli Kidul, Ngledok, Tawang, Tegalrejo, dan Telogo Tringo.
Dalam perjalanan kali ini, ia menyebut akan menelusuri beberapa dusun, di antaranya Dusun Tegalrejo, Dusun Banaran, dan Gondosuli Lor. Kamera memperlihatkan suasana jalan kampung yang bersih dan tertata, lengkap dengan latar Gunung Lawu yang tampak cerah pada pagi hari.
Panen Buncis hingga Bawang Merah, Kebun Ada di Setiap Sisi Rumah
Salah satu bagian yang paling menarik perhatian adalah ketika Tri menunjukkan kebun sayuran yang berada tepat di samping rumah warga. Ia melihat buncis yang tampak subur dan siap petik. “Buncisnya juga subur-subur, tinggal petik,” katanya.
Selain buncis, Tri juga menemukan tanaman lain seperti bawang merah, brokoli, hingga berbagai jenis sayur yang memenuhi kanan-kiri rumah. Bahkan ia menyebut, di sebelah kiri rumah ada brokoli, depan rumah ada bawang merah, sedangkan di sebelah kanan rumah ada buncis.
Di bagian lain, Tri juga merekam aktivitas pengolahan sayuran, seperti proses pencucian hasil panen. Hal ini menunjukkan bahwa pertanian di Desa Gondosuli tidak hanya soal menanam, tetapi juga sudah ada kegiatan pascapanen untuk menyiapkan sayuran sebelum dijual.
Jalur Menanjak Ekstrem, Tapi Pemandangan Gunung Lawu Jadi Hadiah
Meski indah, Tri mengakui perjalanan menuju beberapa titik di Desa Gondosuli cukup menantang. Ia menyebut jalur menuju Dusun Tegalrejo cukup ekstrem, terutama jika menggunakan motor dengan tenaga terbatas.
Namun begitu, rasa lelah terbayar ketika sampai di atas. Dari titik tersebut, pemandangan Gunung Lawu terlihat jelas, membuat suasana seperti “kampung surga” menurutnya. Bahkan di akhir video, Tri menambahkan bahwa air di desa ini juga cukup melimpah, menjadi faktor penting yang mendukung pertanian sayur di kawasan dataran tinggi.
Dengan keindahan alam, kebun sayuran yang subur, hingga penataan kampung yang rapi, Desa Gondosuli Tawangmangu kini menjadi salah satu destinasi pedesaan di lereng Gunung Lawu yang bikin penasaran banyak orang.
Editor : Natasha Eka Safrina