TRENGGALEK – Program Car Free Day (CFD) di Kabupaten Trenggalek dipastikan akan kembali digelar setelah sempat terhenti beberapa tahun. Kegiatan tersebut direncanakan akan mulai berjalan kembali usai Lebaran tahun 2026 mendatang.
CFD pada tahun 2026 tersebut akan diadakan dilokasi yang berbeda dari pelaksanaan sebelumnya di kawasan Alun-alun Trenggalek.
“Rencananya setelah Lebaran, sekitar pertengahan April. Kalau dimulai sekarang, hanya berjalan dua kali karena sudah masuk bulan puasa,” ujar Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam Sekretariat Daerah Kabupaten Trenggalek, Agus Subchi.
Selama ini, kegiatan tersebut identik dengan Alun-alun Trenggalek, namun dalam pelaksanaan ke depan lokasi akan dialihkan ke Jalan Panglima Sudirman.
Ia menyebutkan, lokasi CFD akan diuji coba di ruas Jalan Panglima Sudirman, mulai dari kawasan Pasar Sore (Pasar Sule) hingga pertigaan Polres lama.
Ruas jalan tersebut dipilih karena memungkinkan penutupan sementara tanpa mengganggu jalur nasional.
Sementara itu, ruas jalan menuju Pasar Pon tidak termasuk dalam area CFD karena merupakan jalan nasional yang tidak diperbolehkan untuk penutupan.
“Karena yang Pertigaan PTSP ke arah sana (Pasar PON) itu kan Jalan Narasional. Jalan Narasional itu tidak boleh ada penutupan, kemarin seperti itu usulannya dari Polres. Jadi menggunakan jalan ruasnya Kabupaten, dari Pertigaan Pasar Sorer hingga ke pertigaan PTSP,” jelasnya.
Dalam pelaksanaannya nanti, car free day tetap akan menghadirkan pelaku UMKM, terutama dari kalangan anak muda. Aktivitas jual beli direncanakan berlangsung pada pagi hari mulai pukul 05.00 hingga 09.00 WIB.
Sebelum kegiatan dimulai, Dinas Perdagangan dan Koperasi (Komidag) akan melakukan sosialisasi terlebih dahulu kepada pemilik toko dan warga di sepanjang Jalan Panglima Sudirman agar tidak terjadi kesalahpahaman.
Dirinya menjelaskan bahwa car free day tersebut pada dasarnya bertujuan memberikan ruang publik bagi masyarakat dan juga menggerakkan aktivitas perekonomian warga.
Komunitas-komunitas seni mauuun dari civitas akademik sekolah dapat memanfaatkan car free day sebagai tempat berekspresi namun tetap harus dengan koordinasi dinas terkait.
“Intinya, car free day ini dihidupkan kembali untuk menggerakkan ekonomi masyarakat dan menyediakan ruang publik yang sehat,” pungkasnya. (tra)
Editor : Adinda Putri Sefiana