GUNUNG KIDUL – Jembatan Rowari di Jalur Jalan Lintas Selatan atau JJLS Gunung Kidul kembali mencuri perhatian publik. Jembatan yang berada di Kelurahan Tepus, Kapanewon Tepus, Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta ini dikenal sebagai jembatan tertinggi di sepanjang ruas JJLS dan sempat viral karena keindahan panoramanya yang luar biasa.
Sejak dibuka untuk umum pada akhir 2022, Jembatan Rowari JJLS Gunung Kidul langsung menjadi ikon baru di kawasan pesisir selatan Yogyakarta. Jembatan ini membentang megah menghubungkan dua bukit karst yang menjulang tinggi, menghadirkan lanskap dramatis khas Pegunungan Seribu yang berpadu dengan birunya Samudra Hindia.
Perjalanan menuju Jembatan Rowari biasanya dimulai dari pusat Kota Wonosari. Dari Alun-alun Wonosari, pengendara melintasi Jalan Brigjen Katamso dan Jalan Baron, melewati sejumlah simpang strategis yang mengarah ke berbagai destinasi wisata pantai di Gunung Kidul. Jalur ini menjadi bagian dari pengalaman tersendiri karena menyuguhkan suasana khas perbukitan kapur yang tenang dan alami.
Baca Juga: 8 Wisata Malang Terbaru dan Paling Populer 2026, Ada Waterpark hingga Spot Jepang yang Instagramable
Ikon Tertinggi di Ruas JJLS Gunung Kidul
Jembatan Rowari tercatat memiliki panjang sekitar 120 meter dengan ketinggian kurang lebih 35 meter. Ketinggian inilah yang menjadikannya sebagai jembatan tertinggi di ruas JJLS Gunung Kidul. Tidak seperti jembatan pada umumnya yang melintasi sungai, Jembatan Rowari membentang di atas jurang dalam yang memisahkan dua bukit karst.
Dari atas jembatan, pengendara dapat menikmati hamparan Samudra Hindia yang luas di sisi selatan. Pada kondisi cuaca cerah, pemandangan Pantai Indrayanti bahkan dapat terlihat dari kejauhan. Kombinasi laut lepas, perbukitan karst, dan jalan beraspal mulus menciptakan panorama yang memukau dan jarang ditemukan di jalur transportasi lain.
Nama Rowari sendiri diambil dari perbukitan Rowari yang dihubungkan oleh jembatan ini. Keberadaannya tidak hanya berfungsi sebagai infrastruktur penghubung, tetapi juga sebagai daya tarik wisata yang memperkaya wajah JJLS Gunung Kidul.
Menyusuri Karst Pegunungan Seribu
Wilayah Gunung Kidul secara geografis didominasi oleh bentang alam karst atau batuan kapur. Kawasan ini merupakan bagian dari Pegunungan Seribu yang membentang dari barat ke timur di selatan Pulau Jawa. Karakteristik tersebut menjadikan Gunung Kidul memiliki lanskap unik sekaligus tantangan tersendiri, seperti kondisi tanah yang tandus dan rawan kekeringan saat musim kemarau.
Namun di balik itu, keindahan alam Gunung Kidul justru terletak pada struktur karstnya. Bukit-bukit kapur yang ditumbuhi rerumputan hijau menciptakan panorama eksotis, terlebih saat dilintasi melalui JJLS Gunung Kidul. Tidak heran jika jalur ini sering disebut sebagai jalur “healing” oleh para pelintas.
Secara geologis, kawasan Gunung Kidul dulunya merupakan dasar laut purba. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya temuan fosil hewan laut di beberapa lokasi. Fakta tersebut memperkuat nilai ilmiah kawasan ini yang kemudian diakui dunia melalui penetapan Gunung Sewu sebagai bagian dari Global Geopark Network UNESCO.
Akses Wisata dan Jalur Strategis
Selain Jembatan Rowari, JJLS Gunung Kidul juga menjadi akses utama menuju berbagai pantai populer, seperti Pantai Indrayanti, Pantai Siung, Pantai Nglambor, hingga Pantai Baron. Jalur ini dirancang dengan lebar jalan yang memadai dan aspal yang halus, sehingga memberikan kenyamanan bagi pengguna kendaraan roda dua maupun roda empat.
Kabupaten Gunung Kidul sendiri memiliki luas wilayah sekitar 1.485 kilometer persegi atau sekitar 46,63 persen dari total luas Daerah Istimewa Yogyakarta. Dengan wilayah yang luas dan potensi wisata besar, keberadaan JJLS dan Jembatan Rowari menjadi tulang punggung konektivitas kawasan selatan.
Kini, Jembatan Rowari JJLS Gunung Kidul tidak hanya dikenal sebagai infrastruktur tertinggi di jalur lintas selatan, tetapi juga sebagai simbol kemajuan pembangunan dan wajah baru pariwisata Gunung Kidul yang memadukan fungsi, estetika, dan keindahan alam.
Editor : Natasha Eka Safrina