TRENGGALEK – Kabupaten Trenggalek kembali menyimpan teka-teki sejarah yang belum sepenuhnya terungkap. Salah satunya adalah Candi Brongkah Trenggalek, sebuah situs purbakala yang tersembunyi di tengah permukiman warga dan terkubur hingga sekitar tiga meter di bawah permukaan tanah.
Situs yang juga dikenal warga dengan sebutan Brungkah ini menjadi bukti kuat bahwa wilayah Trenggalek pada masa lampau bukanlah daerah pinggiran yang terisolasi. Meski letaknya jauh dari pusat pemerintahan atau kotaraja kerajaan Jawa kuno, keberadaan Candi Brongkah Trenggalek menunjukkan kawasan ini pernah masuk dalam pusaran penting sejarah Nusantara.
Ditemukan Tak Sengaja Saat Gali Sumur
Keberadaan Candi Brongkah terungkap secara tidak sengaja pada 1994. Saat itu, pemilik rumah yang berdiri di atas lokasi situs berencana menggali sumur. Namun, penggalian justru menemukan tatanan bata kuno berukuran besar. Menyadari temuan tersebut bukan benda biasa, penggalian dihentikan dan dilaporkan ke instansi terkait.
Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Trenggalek kemudian melakukan ekskavasi awal. Hasilnya, struktur bangunan kuno berbahan bata merah berukuran besar mulai terlihat. Ukuran batanya diperkirakan mencapai 30–40 sentimeter, lebih besar dari bata modern pada umumnya.
Namun hingga kini, bentuk asli bangunan tersebut masih menjadi perdebatan di kalangan peneliti dan pemerhati sejarah.
Struktur Masih Misterius, Belum Dipugar
Bagian yang tersisa dari Candi Brongkah Trenggalek hanyalah struktur dasar dan beberapa lapisan bata. Diduga kuat, bangunan aslinya jauh lebih tinggi. Seiring waktu, sedimentasi tanah, banjir, serta perubahan lingkungan menyebabkan situs ini tertimbun perlahan-lahan.
Hingga sekarang, belum ada pemugaran menyeluruh. Pemerintah daerah memilih bersikap hati-hati sambil menunggu kajian akademis lebih mendalam terkait bentuk dan fungsi asli bangunan tersebut. Area sekitar situs baru ditata secara sederhana, termasuk pemasangan pembatas untuk melindungi struktur agar tidak rusak kembali.
Diduga Berkaitan dengan Prasasti Kerajaan
Keberadaan Candi Brongkah memunculkan berbagai hipotesis menarik. Para pemerhati sejarah menduga situs ini berkaitan dengan sistem tanah perdikan atau sima swatantra—tanah bebas pajak—yang banyak diberikan raja-raja Jawa kuno kepada wilayah tertentu.
Beberapa prasasti yang sering dikaitkan antara lain Prasasti Kampak dari era Mpu Sindok tahun 929 Masehi, Prasasti Baruharjo yang ditandatangani Raja Airlangga sekitar 1930 Saka, hingga prasasti pada masa Raja Srengga dan Wikramawardhana tahun 1429.
Jika dugaan ini terbukti, maka Candi Brongkah Trenggalek berpotensi menjadi bagian dari jaringan administratif dan keagamaan kerajaan besar seperti Mataram Kuno, Majapahit, hingga Mataram Islam.
Bukti Trenggalek Punya Peran Penting di Masa Lampau
Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur telah menetapkan kawasan ini sebagai situs cagar budaya. Papan larangan dipasang untuk mencegah perusakan, perubahan bentuk, maupun pemanfaatan yang tidak sesuai aturan.
Fakta bahwa Trenggalek memiliki banyak situs purbakala memperkuat posisi daerah ini dalam peta sejarah Jawa Timur. Meski kini dikenal sebagai kota kecil, pada masa lampau Trenggalek terbukti mendapat pengakuan langsung dari kekuasaan kerajaan besar.
Warisan Sejarah untuk Generasi Mendatang
Keberadaan Candi Brongkah Trenggalek menjadi pengingat penting bagi generasi muda agar tidak tercerabut dari akar sejarahnya. Situs ini bukan sekadar tumpukan bata tua, melainkan saksi bisu perjalanan panjang peradaban di selatan Jawa Timur.
Pelestarian dan penelitian lanjutan menjadi kunci agar misteri Candi Brongkah suatu hari dapat terungkap sepenuhnya. Dengan demikian, Trenggalek tak hanya dikenal karena alamnya, tetapi juga sebagai wilayah yang memiliki kontribusi penting dalam sejarah Indonesia.
Editor : Natasha Eka Safrina