TRENGGALEK – Potensi Trenggalek sebagai wilayah dengan kekayaan sejarah, alam, dan inovasi pembangunan kembali mencuri perhatian publik. Kabupaten di pesisir selatan Jawa Timur ini menyimpan jejak peradaban kuno sekaligus menghadirkan model pembangunan modern yang berpihak pada rakyat, mulai dari sektor pertanian, pariwisata, hingga pengentasan kemiskinan.
Salah satu bukti kuat sejarah masa lampau terlihat dari keberadaan Candi Brongkah, situs purbakala yang berada di tengah permukiman warga Kabupaten Trenggalek. Situs ini ditemukan pada 1994, berada sekitar tiga meter di bawah permukaan tanah, dan hingga kini masih menyisakan struktur bata kuno berukuran besar yang menjadi teka-teki para peneliti.
Jejak Sejarah Kerajaan di Trenggalek
Potensi Trenggalek sebagai bagian dari wilayah penting kerajaan masa lalu diperkuat dengan berbagai temuan prasasti. Para sejarawan menduga situs Candi Brongkah berkaitan dengan tanah sima atau tanah perdikan yang diberikan oleh penguasa pada masa Mpu Sindok, Raja Airlangga, hingga Raja Srengga. Fakta ini menunjukkan bahwa Trenggalek, meski jauh dari pusat pemerintahan kala itu, memiliki peran strategis dalam struktur politik dan ekonomi kerajaan.
Papan larangan dari Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur kini terpasang di area situs sebagai bentuk perlindungan. Pemerintah daerah masih menunggu kajian lanjutan sebelum melakukan pemugaran menyeluruh demi menjaga keaslian cagar budaya tersebut.
Membangun Rasa Bangga Daerah
Bupati Trenggalek, Muhammad Nur Arifin, menilai pembangunan daerah harus diawali dari rasa cinta warganya sendiri. Karena itu, ia menggagas platform “Ayo Trenggalek” sebagai gerakan kultural untuk membangun kebanggaan identitas lokal.
“Orang harus cinta dulu sama daerahnya. Kalau sudah bangga jadi orang Trenggalek, baru potensi itu bisa tumbuh,” ujarnya dalam program Nusa Raya Kompas.com.
Menurutnya, Trenggalek memiliki keunggulan geografis yang langka. Dalam satu kecamatan, masyarakat bisa menikmati hutan pegunungan, air terjun, gua terpanjang se-Asia Tenggara, hingga pantai selatan yang relatif aman untuk wisata keluarga.
Sekolah Tani dan Inovasi Pertanian
Di sektor pertanian, Pemkab Trenggalek menghadirkan terobosan melalui Sekolah Tani. Program ini bertujuan menekan biaya produksi petani dengan memanfaatkan pupuk organik buatan sendiri. Metode demonstrasi plot (demplot) diterapkan langsung di lahan warga.
“Kalau tidak panen, saya yang tanggung kerugiannya,” kata Arifin, menggambarkan pendekatan kepemimpinan berbasis kepercayaan. Inisiatif ini berangkat dari kesadaran bahwa petani sudah bekerja, namun margin keuntungannya masih rendah.
Desa Wisata dan Ekologi
Potensi Trenggalek juga berkembang lewat program Adipura Desa dan Sadewa 100 Desa Wisata. Desa-desa didorong menjaga lingkungan, membersihkan sungai, dan mempercantik wilayahnya sebelum naik kelas menjadi destinasi wisata.
Hasilnya, dua desa wisata di Trenggalek berhasil masuk nominasi Anugerah Desa Wisata Indonesia dua tahun berturut-turut. Salah satu ikon yang kini dikenal luas adalah hutan durian tua di kawasan Duren, yang bahkan mendapat pujian langsung dari Presiden Joko Widodo.
Infrastruktur dan Aksesibilitas
Meski sempat terdampak refocusing anggaran saat pandemi, pembangunan infrastruktur tetap menjadi prioritas. Pemerintah daerah mengalokasikan pinjaman ke PT SMI untuk pembangunan rumah sakit dan perbaikan jalan. Saat ini, sekitar 75 persen jalan di Trenggalek berstatus mantap.
Ke depan, akses ke Trenggalek akan semakin terbuka dengan beroperasinya Bandara Kediri, yang diharapkan mempersingkat waktu tempuh wisatawan dari Jakarta dan kota besar lainnya.
Menekan Kemiskinan dengan Gotong Royong
Dalam menekan angka kemiskinan, Pemkab Trenggalek menjalankan gerakan Gertak (Gerakan Tengok Bawah), berbasis sedekah informasi, partisipasi, dan rezeki. Program ini melibatkan masyarakat, ASN, hingga Baznas untuk membantu warga miskin yang belum terdata secara administratif.
Pendekatan langsung, termasuk menginap di rumah warga, dilakukan untuk memastikan bantuan tepat sasaran. Program kesehatan preventif dan dapur gizi juga disiapkan guna menekan stunting dan meningkatkan kualitas hidup keluarga.
Dengan kekayaan sejarah, alam, dan inovasi sosial yang berjalan beriringan, potensi Trenggalek kini tak lagi tersembunyi. Kabupaten kecil ini perlahan menjelma menjadi contoh pembangunan daerah yang menyatukan ekonomi dan ekologi secara berkelanjutan.
Editor : Natasha Eka Safrina