TRENGGALEK NJENGGELEK-Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, kembali menyimpan kisah mistis yang mengundang rasa penasaran. Salah satu lokasi yang kerap diperbincangkan warga adalah Watulawang Trenggalek, sebuah situs batu alam yang oleh sebagian masyarakat dipercaya sebagai tempat ritual pencarian berkah hingga pesugihan.
Lokasi Watulawang berada di wilayah Kecamatan Tugu, Kabupaten Trenggalek. Akses menuju tempat ini tidak mudah. Pengunjung harus menembus kawasan hutan dan jalur yang cukup terjal. Meski demikian, situs ini tetap didatangi warga lokal maupun orang luar daerah yang penasaran dengan cerita yang menyelimutinya.
Asal-usul Watulawang Trenggalek
Secara fisik, Watulawang terdiri dari dua batu besar yang berdiri berhadapan menyerupai pintu atau lawang. Di antara dua batu tersebut terdapat jalur sempit yang oleh warga diyakini sebagai “pintu” menuju tempat semedi atau pertapaan pada masa lampau.
Menurut cerita yang beredar turun-temurun, Watulawang Trenggalek dikaitkan dengan sosok Mbah Sumo. Ia dipercaya sebagai prajurit atau punggawa dari Kerajaan Mataram Kuno yang memilih menjauh dari pusat kekuasaan dan menetap di kawasan tersebut hingga akhir hayatnya.
Konon, Mbah Sumo dikenal sebagai sosok sakti. Dalam berbagai cerita lisan, ia disebut kerap menampakkan diri pada hari-hari tertentu dan kadang terlihat bersama seekor harimau putih. Harimau putih itu dipercaya sebagai pendamping spiritualnya.
Tidak Ditemukan Makam
Salah satu hal yang menambah aura misteri Watulawang adalah kisah mengenai jasad Mbah Sumo yang tidak pernah ditemukan. Hingga kini, tidak ada makam atau petilasan resmi yang dapat dijadikan penanda wafatnya tokoh tersebut.
Ketiadaan makam inilah yang membuat sebagian masyarakat meyakini bahwa Mbah Sumo “moksa” atau menghilang secara gaib. Kepercayaan itu pula yang kemudian berkembang menjadi anggapan bahwa Watulawang memiliki kekuatan spiritual tertentu.
Jejak Ritual dan Sesajen
Di sekitar situs Watulawang, ditemukan sejumlah batu yang bentuknya tidak biasa. Beberapa menyerupai tempat duduk, batu semedi, hingga susunan yang diduga menjadi lokasi meletakkan sesajen. Selain itu, terdapat pula sisa-sisa aktivitas manusia seperti tempat memasak sederhana dan bekas pembakaran.
Aroma tembakau yang terkadang tercium di area situs semakin menguatkan dugaan bahwa tempat ini pernah atau masih digunakan untuk ritual tertentu. Tidak sedikit warga yang mengaitkan aktivitas tersebut dengan praktik pencarian kekayaan atau pesugihan.
Dipercaya Tempat Mencari Berkah
Bagi sebagian orang, Watulawang Trenggalek dipercaya sebagai tempat untuk “ngalap berkah”. Mereka datang dengan membawa doa dan harapan, berharap mendapatkan kemudahan rezeki atau kelancaran hidup.
Namun, sejumlah warga menegaskan bahwa kepercayaan tersebut hanyalah mitos yang berkembang di masyarakat. Tidak ada jaminan bahwa ritual di Watulawang akan mendatangkan kekayaan atau keberuntungan secara instan.
Imbauan untuk Tetap Rasional
Konten kreator yang mengulas situs ini juga menegaskan bahwa tujuan dokumentasi Watulawang bukan untuk mengajak masyarakat melakukan ritual. Informasi tersebut disampaikan semata sebagai bahan pengetahuan dan wawasan tentang situs-situs bersejarah dan mistis di Trenggalek.
Masyarakat diimbau untuk tetap bekerja, berusaha secara rasional, dan tidak menggantungkan harapan hidup pada praktik yang belum tentu kebenarannya. Watulawang lebih tepat dipahami sebagai bagian dari warisan cerita lisan dan budaya lokal yang perlu disikapi dengan bijak.
Warisan Cerita yang Tetap Hidup
Terlepas dari benar atau tidaknya cerita pesugihan, Watulawang Trenggalek tetap menjadi saksi bisu perjalanan sejarah dan kepercayaan masyarakat masa lalu. Situs ini menunjukkan bagaimana alam, mitos, dan keyakinan menyatu dalam kehidupan warga Jawa hingga hari ini.
Editor : Ichaa Melinda Putri