Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Jembatan Desa Ngrencak Ambrol Akses Antardesa Terputus

Mohammad Bima Faisal Mirza • Rabu, 11 Februari 2026 | 11:18 WIB

VITAL: Tampak kondisi jembatan di Desa Ngrencak, Kecamatan Panggul, yang tak mampu tahan aliran sungai.
VITAL: Tampak kondisi jembatan di Desa Ngrencak, Kecamatan Panggul, yang tak mampu tahan aliran sungai.

PANGGUL, Radar Trenggalek - Hujan deras disertai angin kencang yang mengguyur wilayah Desa Ngrencak, Kecamatan Panggul, Kabupaten Trenggalek, menyebabkan sebuah jembatan penghubung antardesa ambrol pada Jumat (30/1).

Jembatan yang telah berusia sekitar 35 tahun tersebut ambruk akibat derasnya debit air sungai yang meningkat tajam setelah hujan turun cukup lama.

Peristiwa itu terjadi pada sore hari saat hujan deras mengguyur kawasan hulu sungai. Aliran air yang meluap membawa material lumpur dan kayu, menghantam bagian bawah jembatan hingga struktur lama tidak mampu menahan tekanan arus. Akibatnya, sebagian badan jembatan runtuh dan materialnya menutup badan jalan.

Jembatan itu merupakan akses vital bagi warga Desa Ngrencak dan desa-desa di sekitarnya. Selain menjadi jalur penghubung antardesa, jembatan juga kerap digunakan untuk menunjang aktivitas ekonomi warga, akses pendidikan, serta mobilitas hasil pertanian. Ambrolnya jembatan membuat aktivitas warga terganggu karena kendaraan tidak dapat melintas.

Kepala Desa Ngrencak, Agung Susilo menyampaikan, kondisi jembatan memang sudah tidak layak secara usia. Jembatan tersebut sudah lama menjadi perhatian karena sering terdampak luapan sungai saat hujan deras.

“Jembatan ini sudah berusia sekitar 35 tahun, sehingga secara konstruksi memang tidak lagi kuat menahan debit air yang meningkat saat hujan deras. Saat kejadian, arus sungai sangat besar dan membawa material kayu serta lumpur sehingga jembatan tidak mampu bertahan,” ujarnya.

Pascakejadian, warga bersama perangkat desa bergerak cepat melakukan penanganan darurat. Secara swadaya, masyarakat membersihkan material runtuhan dan memasang pembatas sementara untuk mencegah kecelakaan.

Upaya perbaikan sederhana juga dilakukan agar akses pejalan kaki tetap bisa digunakan meski dengan keterbatasan.

Agung menambahkan, langkah swadaya tersebut hanya bersifat sementara. “Kami bersama masyarakat melakukan perbaikan darurat agar aktivitas warga tidak sepenuhnya terhenti. Namun, kami sangat berharap adanya perhatian dari pemerintah daerah maupun pemerintah provinsi untuk pembangunan jembatan yang lebih kuat dan permanen,” katanya.

Masyarakat berharap jembatan dapat dibangun kembali dengan konstruksi yang lebih tinggi dan kokoh. Mengingat sungai di wilayah tersebut kerap meluap saat hujan deras, pembangunan jembatan baru dinilai penting guna mencegah kejadian serupa terulang dan menjaga kelancaran akses antardesa.(bim/c1/din)

Editor : Adinda Putri Sefiana
#hujan deras #Masyarakat Desa Ngrancak #jembatan penghubung antardesa #wilayah Desa Ngrencak #trenggalek