Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Penolakan Peternak Hambat Vaksinasi Disnakkan Terus Kebut Penyuntikan

Zaki Jazai • Rabu, 11 Februari 2026 | 12:00 WIB

PENCEGAHAN: Petugas disnakkan ketika menyuntikkan vaksin terhadap hewan ternak di wilayah Desa Sokowetan, Kecamatan Karangan.
PENCEGAHAN: Petugas disnakkan ketika menyuntikkan vaksin terhadap hewan ternak di wilayah Desa Sokowetan, Kecamatan Karangan.

KARANGAN, Radar Trenggalek – Upaya percepatan vaksinasi penyakit mulut dan kuku (PMK) di Kabupaten Trenggalek masih menemui hambatan di lapangan. Meski Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Trenggalek telah menyiapkan 12 ribu dosis vaksin, penolakan dari sebagian peternak membuat capaian vaksinasi berpotensi tidak maksimal. Termasuk yang terjadi ketika petugas melakukan penyuntikan di wilayah Desa Sukowetan, Kecamatan Karangan.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Disnakkan Trenggalek, drh Ririn Hari Setiani mengatakan, vaksinasi massal dilakukan sebagai langkah cepat memutus rantai penularan PMK yang kembali muncul sejak Desember 2025. Namun tidak semua peternak bersedia ternaknya divaksin.

“Masih ada peternak yang menolak. Ini tentu menjadi tantangan, karena keberhasilan pengendalian PMK sangat bergantung pada partisipasi semua pihak,” katanya, kemarin (4/2).

Disnakkan saat ini mengerahkan tujuh tim vaksinator yang bekerja selama 40 hari ke depan setiap Senin hingga Jumat.

Sasaran vaksinasi adalah sapi dan kambing sehat berusia minimal dua bulan hingga dewasa guna membentuk kekebalan kelompok atau herd immunity.

Menurut Ririn, stok 12 ribu dosis vaksin PMK ditargetkan habis terserap pada Februari hingga Maret 2026.

Vaksinasi tetap dilanjutkan meski memasuki bulan Ramadan. Disnakkan juga mengusulkan penambahan vaksin tahap kedua pada akhir Maret, meski masih menunggu kepastian alokasi dari pemerintah provinsi.

“Vaksinasi ini sudah rutin dilakukan setiap tahun. Sangat disayangkan jika masih ada penolakan, karena tujuan utama kami justru melindungi ternak peternak dari kerugian yang lebih besar,” ujarnya.

Sementara itu, berdasarkan data disnakkan mencatat PMK pertama kali terdeteksi pada Desember 2025 di Desa Siki, Kecamatan Dongko, dengan 7 ekor sapi terinfeksi dan 1 pedhet mati.

Memasuki Januari 2026, kasus kembali muncul di sejumlah wilayah, antara lain di Desa Sumurup Kecamatan Bendungan, Desa Parakan, Kecamatan Trenggalek, serta tambahan kasus di Desa Siki.

Selain vaksinasi, disnakkan juga melakukan pengobatan terhadap ternak terpapar dengan pemberian vitamin dan disinfektan. Pemerintah daerah berharap kesadaran peternak meningkat agar upaya pengendalian PMK dapat berjalan lebih cepat dan merata.

“Tanpa dukungan penuh dari peternak, risiko meluasnya PMK di Trenggalek dinilai masih cukup tinggi meski upaya pencegahan terus kami kebut,“ jelas dokter hewan ini. (jaz/c1/din)

Editor : Adinda Putri Sefiana
#vaksin #12 ribu dosis vaksin #pmk #trenggalek #disnakkan