Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

MBG Diduga Basi, Dinkes Uji Lab Hasil E. Coli Negatif

Zaki Jazai • Kamis, 12 Februari 2026 | 10:40 WIB
Petugas Dinkesdalduk KB Trenggalek memeriksa sampel MBG Trenggalek yang diduga basi sebelum diuji di Labkesda.
Petugas Dinkesdalduk KB Trenggalek memeriksa sampel MBG Trenggalek yang diduga basi sebelum diuji di Labkesda.

KOTA, Radar Trenggalek – Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkesdalduk KB) Kabupaten Trenggalek bergerak cepat melakukan uji laboratorium terhadap sampel program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Ngantru 3 yang diduga basi.

Langkah tersebut dilakukan menyusul laporan makanan berbau tidak sedap yang sempat dikembalikan oleh SD Inovatif Muhamadiyah 1 Trenggalek pada Kamis (5/2) lalu.

Sebab saat itu ada sekitar 400 porsi MBG dilaporkan tidak layak konsumsi karena mengeluarkan bau menyengat saat tiba di sekolah.

Karena itu, orang tua murid melaporkan kejadian tersebut. Laporan awal diterima dari orang tua murid dan langsung ditindaklanjuti tim pengawasan MBG.

“Di sini (dinkesdalduk KB, Red) ada tim pengawasan MBG. Kemarin ada laporan dari orang tua murid, kemudian kami tinjau langsung ke lokasi SPPG Ngantru 3,” ujar Kepala Dinkesdalduk KB Trenggalek, Sunarto.

Saat inspeksi dilakukan, dapur masih beroperasi untuk sesi memasak kedua. Namun, tim menemukan sejumlah catatan penting terkait pengolahan makanan.

“Setelah kami periksa memang ada beberapa hal yang perlu mendapat perhatian. Kami sarankan untuk tidak melanjutkan proses memasak menu MBG saat itu,” jelas Sunarto.

Tak hanya menghentikan sementara proses produksi, dinkes juga meminta makanan yang sudah terlanjur didistribusikan untuk ditarik kembali. “Untuk yang sudah didistribusikan sebaiknya diambil, karena sampel yang kami dapatkan memang sudah berbau yang tidak sesuai,” tegasnya.

Sampel makanan yang diduga basi kemudian dibawa ke Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Trenggalek untuk dilakukan pemeriksaan bakteriologis.

“Kami ambil sampel MBG yang berbau tersebut dan kami periksa di Labkesda. Untuk pemeriksaan bakteri harus melalui proses pembiakan dulu,” terang Sunarto.

Hasil uji laboratorium menunjukkan sampel negatif bakteri Escherichia coli (E.Coli). Meski demikian, dinkes menegaskan hasil tersebut bukan jaminan mutlak keamanan pangan.

“Kami periksa untuk E. Coli, hasilnya negatif. Tapi negatif bukan berarti tidak ada kuman lain. Masih ada potensi bakteri lain seperti Staphylococcus, Shigella, atau Salmonella yang perlu pemeriksaan lanjutan,” paparnya.

Jika nantinya ditemukan keluhan kesehatan setelah konsumsi, pemeriksaan lanjutan akan dilakukan di laboratorium rujukan di Surabaya yang memiliki fasilitas lebih lengkap.

Dari hasil penelusuran sementara, sumber bau diduga berasal dari bahan baku ayam yang kualitasnya tidak segar.

Selain uji laboratorium, dinkesdalduk KB juga memberikan edukasi kepada pengelola dapur terkait penanganan bahan baku, penyimpanan, pemisahan bahan mentah dan matang, hingga standar sanitasi.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan kejadian serupa tidak terulang, sekaligus menjaga kualitas dan keamanan program MBG di Kabupaten Trenggalek.

“Baunya sudah seperti barang bau. Ada bau anyir. Dari keterangan juru masak, ayamnya memang tidak sesegar biasanya. Kemungkinan di situ sumber masalahnya,” tegas mantan direktur RSUD dr Soedomo Trenggalek ini. (jaz/c1/din)

Editor : Adinda Putri Sefiana
#Mbg #SD Inovatif Muhamadiyah 1 Trenggale #trenggalek #SPPG NGANTRU 3 #Dinkesdalduk KB