KOTA, Radar Trenggalek – Polres Trenggalek resmi menggelar Operasi Keselamatan Semeru 2026 selama 14 hari, mulai 2 hingga 15 Februari 2026.
Operasi ini melibatkan sedikitnya 60 personel dengan mengedepankan pendekatan humanis, preventif, dan tegas dalam penegakan hukum lalu lintas.
Kasatlantas Polres Trenggalek AKP Sony Suhartanto menjelaskan, operasi kali ini menitikberatkan pada tiga strategi utama yakni kegiatan preemtif, preventif, dan penegakan hukum.
“Dalam Operasi Keselamatan Semeru 2026 ini, kami mengedepankan tiga strategi utama yaitu preemtif, preventif, dan penegakan hukum,” ujarnya, kemarin (11/2).
Penegakan hukum dilakukan melalui tilang manual maupun tilang elektronik (ETLE), baik ETLE statis maupun ETLE mobile. Selain itu, petugas juga memberikan teguran lisan, tertulis, hingga teguran presisi yang tercatat dalam aplikasi Presisi Polri.
“Untuk penindakan, selama satu minggu terakhir kami telah menindak sekitar 400 pelanggaran, baik melalui ETLE statis, ETLE mobile, maupun tilang manual,” ungkapnya.
AKP Sony menerangkan, tilang manual dilakukan dengan metode hunting system, yakni patroli rutin yang langsung menindak pelanggaran kasat mata di lapangan.
Dari hasil evaluasi sementara, pelanggaran didominasi oleh pengendara di bawah umur. Selain itu, pelanggaran yang kerap ditemukan adalah tidak menggunakan helm serta berboncengan lebih dari dua orang.
“Pelanggaran terbanyak masih didominasi pengendara di bawah umur. Selain itu, tidak memakai helm dan berboncengan lebih dari dua orang,” paparnya.
Pelanggaran tersebut ditemukan hampir merata di seluruh wilayah Kabupaten Trenggalek, terutama di jalur protokol dan kawasan kecamatan.
Adapun lokasi yang sementara ini tercatat paling banyak ditemukan pelanggaran berada di Kecamatan Gandusari, Durenan, dan Suruh.
Meski mengedepankan penindakan, Polres Trenggalek memastikan pendekatan edukatif tetap menjadi prioritas. Penegakan hukum dilakukan secara proporsional dan berimbang dengan kegiatan sosialisasi.
“Sebagai contoh, apabila kami melaksanakan 20 kegiatan preventif, maka penindakannya sekitar 10 kali. Jadi tetap seimbang antara edukasi dan penegakan hukum,” jelasnya.
Terkait angka kecelakaan lalu lintas, AKP Sony menyebut selama pelaksanaan operasi tren lakalantas di Trenggalek cenderung menurun.
“Alhamdulillah, selama operasi keselamatan ini angka kecelakaan lalu lintas di wilayah Trenggalek cenderung mengalami penurunan,” ujarnya.
Dia pun mengimbau masyarakat untuk selalu mengutamakan keselamatan dan mematuhi aturan berlalu lintas.
“Jalan raya bukan hanya milik kita sendiri, tetapi juga digunakan oleh orang lain. Maka dari itu, patuhi aturan dan utamakan keselamatan bersama,” pungkasnya.(jaz/c1/din)
Editor : Adinda Putri Sefiana