Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Pelayanan IGD RSUD dr Soedomo Bakal Lebih Nyaman Pemkab Trenggalek, PT SMI dan BMM Resmikan Bantuan TJSL

Zaki Jazai • Jumat, 13 Februari 2026 | 10:55 WIB

LEBIH BAIK: Plt Direktur RSUD dr Soedomo Trenggalek, dr Saeroni, didampingi Bupati Trenggalek Mochammad Nur Arifin, Sekda Edy Soepriyanto, Perwakilan PT SMI dan BMM penggunting pita peresmian.
LEBIH BAIK: Plt Direktur RSUD dr Soedomo Trenggalek, dr Saeroni, didampingi Bupati Trenggalek Mochammad Nur Arifin, Sekda Edy Soepriyanto, Perwakilan PT SMI dan BMM penggunting pita peresmian.

KOTA, Radar Trenggalek – Pelayanan di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD dr Soedomo Trenggalek bakal lebih nyaman ke depan. Pasalnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Trenggalek bersama PT Sarana Multi Infrastruktur (PT SMI) dan Baitulmaal Muamalat (BMM) meresmikan pemanfaatan bantuan Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) berupa pembangunan ruang tunggu dan perluasan kanopi di IGD rumah sakit plat merah tersebut kemarin (12/2).

Peresmian yang digelar di area IGD RSUD dr Soedomo tersebut dihadiri Bupati Trenggalek Mochammad Nur Arifin, Sekda Edy Soepriyanto, perwakilan PT SMI dan BMM, kepala OPD terkait, dewan pengawasan rumah sakit, Plt Direktur RSUD dr Soedomo, serta manajemen rumah sakit.

Program ini merupakan bagian dari TJSL Infrastruktur PT SMI yang dilaksanakan BMM sebagai mitra pelaksana, dengan RSUD dr Soedomo sebagai penerima manfaat.

Bupati Trenggalek Mochammad Nur Arifin menegaskan, peningkatan kualitas layanan kesehatan tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah daerah, tetapi membutuhkan kolaborasi multipihak.

“Kami mengapresiasi dukungan PT SMI dan BMM. Sinergi seperti ini sangat penting untuk memperkuat layanan publik, khususnya di sektor kesehatan yang menyangkut keselamatan masyarakat,” ujarnya.

Dia berharap fasilitas baru tersebut dapat mendukung percepatan penanganan pasien gawat darurat sekaligus meningkatkan kenyamanan keluarga pasien. Sebab, ketika proses pembangunan dahulu belum ada ruang tunggu bagi keluarga pasien.

Dengan diresmikannya fasilitas tersebut, pemkab berharap area drop zone IGD kini lebih tertata dan terlindungi dari cuaca ekstrem.

Pemisahan antara zona tindakan medis dan area keluarga pasien juga dinilai mendukung kelancaran kerja tenaga kesehatan dalam menangani kasus darurat.

Kolaborasi Pemkab Trenggalek, PT SMI, dan BMM ini diharapkan menjadi contoh sinergi antara pemerintah daerah, sektor swasta, dan lembaga sosial dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan publik. “Jadi, semoga dengan pembangunan ini pelayanan bakal lebih baik, “ katanya.

Hal tersebut diakui oleh Plt Direktur RSUD dr Soedomo Trenggalek, dr Saeroni. Dia menjelaskan, bantuan CSR senilai sekitar Rp 499 juta tersebut difokuskan pada penambahan ruang tunggu dan perluasan kanopi IGD.

“Perluasan kanopi ini agar keluarga pasien maupun petugas merasa nyaman saat menurunkan pasien, terutama ketika hujan. Sedangkan ruang tunggu dibangun supaya keluarga pasien lebih nyaman saat mendampingi,” jelasnya.

Dia menambahkan, kebutuhan tersebut muncul karena desain IGD sebelumnya difungsikan sebagai ruang khusus perawatan pasien Covid-19 sehingga belum tersedia ruang tunggu memadai untuk mengantisipasi kerumunan.

“Pasien yang datang ke IGD hampir selalu didampingi keluarga. Harapan kami dengan fasilitas ini pelayanan bisa semakin baik dan tertata,” imbuhnya.

Sementara itu, Team Leader Pembiayaan 1 PT SMI, Nanang Arifin, menyampaikan bahwa program TJSL Infrastruktur merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung pembangunan berkelanjutan.

“Sektor kesehatan memiliki dampak langsung terhadap kualitas hidup masyarakat. Karena itu, kami mendukung peningkatan fasilitas IGD ini agar layanan kegawatdaruratan semakin optimal,” katanya.

Di lain pihak, Kadiv CSR BMM, Rina Ekawati menjelaskan, pelaksanaan program dilakukan melalui tahapan asesmen kebutuhan, perencanaan teknis, pengawasan konstruksi, hingga serah terima aset.

Pembangunan dimulai sejak September dan selesai akhir 2025 dengan capaian 100 persen sesuai standar teknis.

“Lingkup pekerjaan meliputi pekerjaan persiapan, struktur, pemasangan, kelistrikan, hingga finishing. Seluruhnya telah memenuhi standar mutu yang disepakati,” terangnya.(jaz/c1/din)

Editor : Adinda Putri Sefiana
#pt sarana multi infrastruktur #Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan #rsud dr soedomo trenggalek #trenggalek #Pemerintah Kabupaten Trenggalek #Baitulmaal Muamalat