Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Langkah Inspiratif Dari Desa Menuju Panggung Nasional

Gunawan Awan • Minggu, 15 Februari 2026 | 19:24 WIB
Eka Fibri Yuliani (18), remaja asal Desa Baruharjo, Kecamatan Durenan, yang tumbuh sederhana namun penuh semangat, membuktikan bahwa mimpi besar bisa lahir dari sudut desa yang tenang.
Eka Fibri Yuliani (18), remaja asal Desa Baruharjo, Kecamatan Durenan, yang tumbuh sederhana namun penuh semangat, membuktikan bahwa mimpi besar bisa lahir dari sudut desa yang tenang.

DURENAN, Radar TrenggalekDI SUDUT  tenang Desa Baruharjo, Kecamatan Durenan, tumbuh seorang remaja penuh semangat bernama Eka Fibri Yuliani. Di usianya yang ke-18 tahun, Eka membuktikan bahwa keterbatasan geografis bukanlah penghalang untuk bermimpi besar dan melangkah jauh.

Lahir dan besar di lingkungan desa yang sederhana, Eka terbiasa hidup apa adanya. Kedekatannya dengan keluarga, tetangga, dan realitas kehidupan pelajar desa membentuk karakternya sejak dini.

Dari lingkungan inilah, dia belajar tentang arti kebersamaan, kerja keras, serta keberanian untuk tetap bermimpi meski langkah yang ditempuh terasa pelan.

Sejak kecil, Eka dikenal aktif dan gemar mencoba hal-hal baru. Dunia public speaking menjadi salah satu ruang tumbuhnya. Dia kerap mengikuti lomba puisi dan pidato.

Bahkan, saat duduk di bangku kelas 4 sekolah dasar, dia pernah tampil berpidato secara langsung di Madu TV. Pengalaman itu menjadi titik awal kepercayaan dirinya untuk berbicara di depan umum.

“Menurut saya, penting sekali memiliki keterampilan, apalagi kita sebagai generasi muda yang akan menjadi agent of change di masa depan,” ujarnya.

Kemampuannya terus diasah melalui berbagai peran. Di sela kesibukan sekolah, Eka menjadi MC dan host live dalam berbagai kegiatan. Dari sana, dia belajar menyampaikan pesan dengan santun dan percaya diri. Tak hanya itu, dia juga mengajar les privat di rumah maupun di rumah murid.

Kegiatan tersebut melatihnya untuk sabar, memahami perbedaan karakter dan cara belajar setiap anak, serta hadir bukan hanya sebagai pengajar, melainkan juga sebagai teman bertumbuh.

Kecintaannya pada seni juga membawanya aktif mengajar menari. Bagi Eka, menari bukan sekadar hobi, melainkan cara untuk menjaga tradisi dan budaya. Melalui gerakan dan irama, dia belajar mengekspresikan diri sekaligus menumbuhkan rasa percaya diri saat tampil di depan umum.

“Tiga hobi ini bukan hanya kesenangan, tetapi ruang belajar yang membentuk karakter saya menjadi lebih percaya diri, peduli, dan bertanggung jawab,” ungkapnya.

Berangkat dari latar belakang desa, Eka memiliki keyakinan kuat bahwa kesempatan tidak hanya milik mereka yang tinggal di kota besar.

Anak desa pun memiliki mimpi yang sama besarnya. Melalui proses belajar yang konsisten, aktif berorganisasi, serta keberanian untuk mencoba berbagai peluang, dia berkesempatan melangkah hingga ajang nasional.

Baginya, pencapaian tersebut bukan tentang terlihat hebat atau sekadar prestasi. Lebih dari itu, dia ingin membuktikan bahwa tempat lahir tidak menentukan batas langkah seseorang. Yang menentukan adalah kemauan untuk belajar dan terus bergerak maju.

Perjalanan Eka tidak berhenti pada pengetahuan atau gelar semata. Dia ingin membawa dampak nyata bagi lingkungan sekitarnya.

Dia berharap para pelajar bisa lebih percaya diri, adik-adik yang  didampinginya tidak merasa tertinggal, dan teman-teman sebayanya berani mengekspresikan potensi diri.

Eka Fibri Yuliani adalah potret sederhana generasi muda desa yang penuh semangat. Dari Desa Baruharjo, dia menapaki mimpinya dengan tekun dan rendah hati.

Kisahnya menjadi pengingat bahwa dari desa pun, seseorang dapat tumbuh, memberi dampak, dan melangkah lebih jauh. Selama mau belajar, berani mencoba, dan tidak pernah berhenti bermimpi.(gun/c1/din)

Editor : Adinda Putri Sefiana
#Desa Baruharjo #Eka Fibri Yulian