KOTA, Radar Trenggalek – Hasil uji tera yang dilakukan Unit Metrologi Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan (Diskomidag) Trenggalek di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) menunjukkan bahwa takaran bahan bakar maupun alat ukur lainnya masih sesuai dengan standar yang ada.
Dari pemeriksaan terbaru, tidak ditemukan adanya kekurangan maupun kelebihan takaran yang dapat merugikan konsumen.
Salah satu staf Unit Metrologi Trenggalek yang enggan disebutkan namanya menyampaikan bahwa hasil pengujian berjalan normal.
“Dari hasil uji tera kemarin, semuanya cocok, tidak ada yang melebihi atau kurang dari takaran,” ujarnya saat dikonfirmasi. Dia menegaskan bahwa secara umum hasil tera yang dilakukan adalah sesuai dengan standarnya. Pengujian di SPBU justru kerap dilakukan atas permintaan pengelola.
Hal tersebut dilakukan sebagai bentuk kepatuhan terhadap standar operasional dan pengawasan berkala.
“Malah biasanya kalau SPBU gitu mereka yang minta ke kita untuk uji tera, karena mereka kan juga ada audit dari Pertamina,” jelasnya.
Terkait isu pedagang nakal yang memainkan takaran, dia mengaku belum menemukan praktik tersebut di lapangan.
Dia menjelaskan, penemuannya justru berupa timbangan yang kurang terawat. “Kalau pedagang yang nakal itu gak ada, yang sering kita temui itu mereka jarang bersihkan aja sih, jadi sedikit-sedikit lengket dan nggak pengaruh juga ke takaran,” terangnya.
“Kita hanya bisa kasih imbauan kalau timbangannya sudah harus diganti. Namun, kita juga tidak bisa memaksa karena masyarakat nanti bilangnya dipaksa,” imbuhnya.
Unit metrologi memastikan akan terus melakukan pengawasan rutin guna menjaga kepercayaan masyarakat serta memastikan setiap alat ukur yang digunakan dalam transaksi tetap akurat dan sesuai ketentuan yang berlaku. (tra/c1/din)
Editor : Adinda Putri Sefiana