Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Rumah Jokowi Mendadak Disebut Tembok Ratapan Solo di Google Maps, Warga Datang Tahlilan hingga Polisi Buka Suara

Izahra Nurrafidah • Selasa, 17 Februari 2026 | 17:45 WIB

Rumah Jokowi Mendadak Disebut Tembok Ratapan Solo di Google Maps, Warga Datang Tahlilan hingga Polisi Buka Suara
Rumah Jokowi Mendadak Disebut Tembok Ratapan Solo di Google Maps, Warga Datang Tahlilan hingga Polisi Buka Suara

TRENGGALEK - Rumah Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo, mendadak viral di media sosial setelah muncul dengan nama Tembok Ratapan Solo di aplikasi Google Maps. Penamaan tak lazim itu langsung menyita perhatian publik karena titik lokasi yang dimaksud merujuk langsung ke kediaman pribadi Jokowi di Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari, Kota Solo.

Fenomena Tembok Ratapan Solo ini ramai diperbincangkan warganet sejak tangkapan layar Google Maps beredar luas. Banyak pengguna mempertanyakan asal-usul penamaan tersebut, mengingat istilah “Tembok Ratapan” selama ini identik dengan situs suci umat Yahudi di Yerusalem. Namun hingga kini, belum ada penjelasan resmi mengenai siapa pihak yang pertama kali menandai nama tersebut di Google Maps.

Sejak tidak lagi menjabat sebagai presiden, rumah Jokowi memang kerap menjadi tujuan warga dari berbagai daerah. Mereka datang dengan beragam alasan, mulai dari sekadar berfoto, bersalaman, hingga menyampaikan harapan secara langsung kepada mantan orang nomor satu di Indonesia itu. Situasi ini membuat kawasan sekitar kediaman Jokowi tetap ramai meski masa jabatannya telah berakhir.

Rombongan Warga Gelar Tahlilan di Depan Rumah Jokowi

Peristiwa terbaru yang ikut menyita perhatian terjadi ketika rombongan warga asal Brebes mendatangi rumah Jokowi. Berbeda dengan pengunjung pada umumnya, rombongan tersebut tidak hanya berfoto atau menunggu Jokowi keluar rumah. Mereka justru menggelar tahlilan di depan gerbang kediaman, mendoakan keselamatan dan kebaikan bagi Jokowi dan keluarganya.

Aksi tahlilan itu terekam dalam sejumlah video yang kemudian beredar di media sosial. Warga tampak khusyuk melantunkan doa, menciptakan suasana religius di depan rumah yang kini viral dengan sebutan Tembok Ratapan Solo. Kehadiran mereka menambah daftar panjang fenomena unik yang terjadi di kediaman Jokowi pasca lengser dari kursi kepresidenan.

Polisi Tanggapi Penamaan Tembok Ratapan Solo

Menanggapi viralnya nama Tembok Ratapan Solo di Google Maps, ajudan Jokowi, AKBP Syarif Fitriansyah, memberikan pernyataan. Ia mengaku tidak merasa tersinggung dengan munculnya penamaan tersebut. Menurutnya, hal itu tidak mengganggu aktivitas di sekitar rumah Jokowi.

Namun demikian, Syarif menyebut pihaknya belum dapat memastikan apakah Jokowi sendiri sudah mengetahui soal penamaan rumahnya sebagai Tembok Ratapan Solo di Google Maps. Meski begitu, ia menegaskan bahwa masyarakat tetap diperbolehkan datang dan berfoto seperti biasa selama tidak mengganggu ketertiban umum.

“Tidak ada masalah. Warga tetap boleh berfoto seperti biasa,” ujarnya singkat saat dimintai keterangan. 

Asal-Usul Tembok Ratapan Solo Masih Misteri

Hingga kini, asal-usul munculnya nama Tembok Ratapan Solo masih menjadi tanda tanya. Seperti diketahui, Google Maps memungkinkan pengguna untuk menambahkan atau mengubah nama lokasi. Dugaan sementara, penamaan tersebut dilakukan oleh pengguna tertentu, baik sebagai bentuk candaan, kritik simbolik, maupun ekspresi lain yang belum dapat dipastikan maksudnya.

Pihak kepolisian maupun keluarga Jokowi belum mengambil langkah khusus terkait penamaan itu. Selama tidak menimbulkan keresahan atau gangguan keamanan, aktivitas masyarakat di sekitar rumah Jokowi tetap berjalan normal.

Fenomena ini menunjukkan bahwa perhatian publik terhadap Jokowi masih sangat besar, meski ia sudah tidak lagi menjabat sebagai presiden. Rumah pribadinya kini tak hanya menjadi lokasi kunjungan warga, tetapi juga simbol yang memicu beragam tafsir di ruang digital.

Dengan ramainya perbincangan soal Tembok Ratapan Solo, publik diingatkan untuk bijak dalam menggunakan platform digital, termasuk dalam memberi label atau nama lokasi di aplikasi peta. Sebab, satu penamaan sederhana dapat memicu diskusi luas dan polemik di tengah masyarakat.

Editor : Izahra Nurrafidah
#google maps #Tembok Ratapan Solo #rumah jokowi #Viral Solo #jokowi solo